Bagi para pencinta alat tulis dan hobi jurnal kreatif, menunggu pengiriman pesanan stiker kustom secara online sering kali memakan waktu yang cukup lama. Berdasarkan pantauan redaksi, proses pemesanan dari situs pihak ketiga biasanya memerlukan waktu berminggu-minggu atau minimum pembelian dalam jumlah besar, yang tentu tidak praktis ketika inspirasi mendadak muncul di tengah malam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan teknologi kreatif Cricut resmi meluncurkan lini perangkat terbaru bernama StickerPix yang dirancang khusus untuk mengubah galeri foto ponsel menjadi stiker dan cetak foto berkualitas tinggi di rumah. Berdasarkan informasi resmi perusahaan, terdapat dua varian perangkat yang diperkenalkan, yakni StickerPix Print untuk lembaran stiker pra-potong dan StickerPix Print + Cut yang dilengkapi fitur pemotongan presisi sesuai bentuk karya seni pengguna.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi pada spesifikasi perangkat, kedua mesin ini menggunakan teknologi pencetakan dye-sublimation yang dipadukan dengan proses laminasi otomatis. Sistem tersebut menghasilkan cetakan stiker yang memiliki ketahanan optimal terhadap air, goresan, serta tidak mudah pudar tanpa memerlukan langkah tambahan dari pengguna.
Menurut ulasan awal dari para penguji teknologi, keunggulan utama perangkat ini terletak pada kemudahan penggunaannya yang tidak memerlukan keterampilan desain tingkat lanjut maupun langganan perangkat lunak berbayar. Pengguna cukup memanfaatkan aplikasi Design Space dari ponsel atau komputer untuk memproses gambar dan langsung mencetaknya dalam hitungan menit.
Dibanderol pada kisaran harga USD 150 hingga USD 380 atau setara dengan biaya beberapa bulan pemesanan stiker daring, perangkat ini dinilai sangat efisien bagi para pehobi jurnal dan pengrajin rumahan. "Inovasi ini memberikan solusi praktis bagi siapa saja yang ingin mengekspresikan kreativitas tanpa harus menunggu proses logistik yang panjang," ujar salah seorang pengamat industri kreatif.