Investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI) saat ini menjadi tema paling populer dan diminati di pasar saham global. Berdasarkan pantauan tim redaksi, fenomena ini sangat wajar terjadi mengingat sejumlah perusahaan teknologi mampu tumbuh secara luar biasa dan berpotensi menjadi pemain utama di masa depan. Mengingat luasnya peluang pasar AI, terdapat beberapa saham menarik yang dinilai layak untuk dikoleksi oleh para investor saat ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dua dari sekian banyak instrumen investasi AI yang paling diminati publik adalah Palantir dan Space Exploration Technologies (SpaceX). Meskipun SpaceX awalnya mungkin tidak terlihat sebagai murni perusahaan AI, korporasi antariksa tersebut telah mengakuisisi xAI—pengembang sistem kecerdasan buatan Grok—sebelum melantai bursa, sehingga menjadikannya kekuatan besar dalam perlombaan teknologi AI.
Berdasarkan pengamatan pasar, Palantir dan SpaceX sebenarnya tidak saling bersaing secara langsung karena mereka menyasar segmen pasar AI yang berbeda namun sama-sama krusial. Palantir awalnya menawarkan platform analitik data untuk kebutuhan instansi pemerintah sebelum akhirnya memperluas layanannya ke sektor komersial secara luas. Perangkat lunak Palantir menggunakan AI untuk memahami data, memberikan rekomendasi tindakan, serta mengeksekusinya secara otomatis maupun dengan konfirmasi manusia.
Di sisi lain, xAI di bawah naungan SpaceX memiliki pendekatan yang berbeda dengan menawarkan rangkaian model bahasa besar (large language models) yang dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi. Palantir menjual paket perangkat lunak siap pakai yang terintegrasi, sementara xAI menyediakan fondasi dan blok bangunan bagi pengguna untuk membangun aplikasi mandiri atau berinteraksi secara langsung.
Dari segi performa keuangan, kedua perusahaan ini sama-sama mencatatkan pertumbuhan yang sangat cepat meskipun dibanderol dengan valuasi yang cukup tinggi. Kuartal lalu, pendapatan divisi xAI melonjak hingga 213% secara tahunan, sementara total pertumbuhan pendapatan SpaceX secara keseluruhan mencapai 92%. Di sisi lain, Palantir membukukan tingkat pertumbuhan tahunan yang tidak kalah impresif di kisaran 93%.
Menurut analisis dari Wall Street, pendapatan keseluruhan SpaceX diproyeksikan melesat hingga 153% pada tahun depan, dengan divisi AI yang dipimpin oleh xAI sebagai motor penggeraknya. Sementara itu, Palantir diperkirakan tumbuh sekitar 50%, meskipun proyeksi tersebut perlu disikapi secara hati-hati mengingat adanya penyesuaian target dalam beberapa tahun terakhir.
Kendati menawarkan potensi pertumbuhan yang fantastis, valuasi kedua saham ini tergolong sangat mahal di pasar. SpaceX saat ini diperdagangkan pada kisaran 44 kali estimasi penjualan tahun ini, sedangkan Palantir menyentuh angka 55 kali estimasi. Tingginya angka valuasi ini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kedua emiten tersebut berada di level yang sangat tinggi.
Menanggapi dinamika tersebut, para analis menilai bahwa SpaceX merupakan pilihan saham yang lebih baik untuk jangka panjang. "Pendekatan model bahasa besar xAI diyakini memiliki tingkat adopsi yang lebih luas dibandingkan solusi siap pakai Palantir, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan lebih masif," ujar salah satu pengamat pasar mengutip pandangan industri.