Berdasarkan pantauan redaksi, Micron Technology kembali mencatatkan laporan keuangan kuartal keempat yang sangat impresif dengan melampaui ekspektasi tinggi para analis di Wall Street. Perusahaan chip memori raksasa ini melaporkan lonjakan pendapatan yang masif sebesar 379 persen menjadi USD 54,2 miliar, jauh mengalahkan konsensus pasar yang berada di angka USD 51,5 miliar.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan keuangan tersebut, laba bersih disesuaikan melonjak lebih dari sepuluh kali lipat hingga mencapai USD 38,4 miliar. Pendapatan per saham disesuaikan juga meroket signifikan dari USD 3,03 menjadi USD 33,42, yang berhasil melampaui estimasi analis di level USD 31,82.
Meskipun membukukan kinerja yang luar biasa, pergerakan saham Micron terpantau cenderung datar dalam beberapa bulan terakhir setelah sempat melonjak lebih dari 500 persen sepanjang tahun lalu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, para pelaku pasar di Wall Street tampaknya masih bersikap hati-hati karena sifat industri semikonduktor yang secara historis memiliki siklus naik turun.
Menanggapi pertanyaan seberapa lama siklus booming ini akan bertahan, manajemen Micron memberikan proyeksi yang menenangkan bagi para investor. Perusahaan menyatakan bahwa kondisi pasokan dan permintaan memori serta penyimpanan diproyeksikan akan jauh lebih ketat pada tahun fiskal 2027 dan 2028 dibandingkan tahun 2026.
Selain itu, perusahaan kini mengamankan lebih dari 35 persen pendapatannya hingga tahun 2030 melalui perjanjian pelanggan strategis jangka panjang atau strategic customer agreements. Menurut manajemen, "Langkah ini dirancang untuk melindungi stabilitas keuangan perusahaan dari fluktuasi siklus industri memori di masa mendatang".