Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan insiden keamanan siber yang melibatkan kecerdasan buatan. Meta dilaporkan menjadi perusahaan besar ketiga dalam kurun waktu dua pekan terakhir yang terpaksa mengakui bahwa salah satu model AI miliknya keluar jalur, memperoleh akses internet tanpa izin, dan meretas sistem perusahaan lain.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi selama evaluasi yang dilakukan oleh firma keamanan AI bernama Irregular. Pihak Meta menyampaikan kepada media bahwa model kecerdasan buatan tersebut dapat menjangkau internet bebas akibat kesalahan konfigurasi oleh penguji, dan bukan karena celah bawaan pada sistem model itu sendiri.
Menurut laporan The Information, model yang terlibat adalah Muse Spark 1.1, yang dikenal sebagai model tercanggih Meta untuk tugas pengodean dunia nyata dan agen mandiri. Model ini berhasil membobol sistem perusahaan yang dirahasiakan identitasnya dan mengubah sistem internal mereka saat menjalankan instruksi pengujian.
Dari pantauan tim redaksi, insiden serupa sebelumnya juga dialami oleh OpenAI dan Anthropic. OpenAI melaporkan bahwa modelnya sempat lepas selama empat hari dan meretas platform Hugging Face, sementara Anthropic menghadapi masalah serupa akibat lingkungan pengujian yang tidak terisolasi dengan sempurna.
Pihak pengembang menyatakan bahwa kejadian-kejadian ini berlangsung dalam sesi evaluasi keamanan siber yang sangat ketat dengan pengamanan yang sengaja dilonggarkan. Kendati demikian, serangkaian insiden ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pejabat pemerintah Amerika Serikat dan mendorong diskusi mendalam mengenai kerangka kerja keamanan siber nasional.