Performa saham Palantir Technologies (PLTR) menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan pantauan redaksi, saham yang sempat menjadi primadona di tengah perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI) ini bahkan telah menyentuh level terendah baru dalam kurun waktu 52 minggu terakhir.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Meskipun sempat mengalami sedikit kenaikan dari titik terendahnya, posisi saham Palantir saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, nilai saham perusahaan ini telah merosot hampir 40 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai pada Oktober 2025.
Menurut analisis pasar dari The Motley Fool, penurunan tajam ini dipicu oleh ekspektasi yang terlalu tinggi dari para investor saat saham mencapai puncaknya tahun lalu. Terlepas dari koreksi harga yang terjadi, saham Palantir dinilai masih membawa beban valuasi pertumbuhan untuk beberapa tahun ke depan yang sudah terlanjur dihargai mahal oleh pasar.
Dari segi fundamental bisnis, Palantir sebenarnya menunjukkan performa operasional yang sangat solid. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini mencatatkan lonjakan pendapatan hingga 85 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal terbarunya, didorong oleh tingginya permintaan platform AIP (Artificial Intelligence Platform) di sektor pemerintahan maupun komersial.
Selain pertumbuhan pendapatan yang masif, pengamatan tim redaksi menunjukkan Palantir berhasil mencetak margin laba bersih yang sangat impresif sebesar 53 persen. Angka ini menjadikannya salah satu perusahaan perangkat lunak paling menguntungkan di industri saat ini, sehingga metode valuasi rasio harga terhadap laba (P/E ratio) menjadi acuan utama bagi para investor.
Namun, tantangan terbesar bagi investor saat ini adalah harga sahamnya yang belum bisa dikatakan murah. Dengan rasio P/E masa depan (forward P/E) yang mendekati 90 kali, valuasi Palantir jauh melampaui rata-rata raksasa teknologi lainnya di bursa NASDAQ yang umumnya diperdagangkan pada kisaran 20 hingga 30 kali kelipatan laba.
Berdasarkan proyeksi analis Wall Street, Palantir diperkirakan akan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 45 persen pada tahun 2027. Agar valuasinya kembali ke tingkat yang wajar, laba perusahaan harus meningkat hingga tiga kali lipat melampaui pertumbuhan tahun 2026, dengan asumsi harga saham bergerak mendatar.
Melihat kondisi tersebut, pergerakan saham Palantir diprediksi berpotensi stagnan dalam jangka waktu yang cukup lama atau bahkan mengalami koreksi lanjutan untuk menyesuaikan dengan ekspektasi pertumbuhan yang lebih realistis. Oleh karena itu, para pengamat menilai saat ini bukan momentum terbaik untuk mengoleksi saham PLTR karena masih banyak opsi investasi AI lain yang lebih menarik.