Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Investor 'Big Short' Michael Burry...
AI

Investor 'Big Short' Michael Burry Tarik Taruhan Lawan Nvidia dan Tesla

Michael Burry mengambil posisi short melawan saham teknologi Nvidia, Tesla, dan Micron

Michael Burry mengambil posisi short melawan saham teknologi Nvidia, Tesla, dan Micron

Berdasarkan laporan terbaru dari Substack pribadinya yang dirilis pada akhir Juni lalu, manajer hedge fund ternama Michael Burry mengungkapkan bahwa dirinya telah mengambil posisi short terhadap sejumlah raksasa teknologi. Sosok yang menjadi terkenal berkat kesuksesannya memprediksi krisis perumahan Amerika Serikat pada tahun 2008 dalam kisah "The Big Short" ini, kini menargetkan Nvidia, Tesla, Applied Materials, Caterpillar, iShares Semiconductor ETF, dan yang terbaru adalah Micron Technology.

Dari pantauan redaksi, langkah Burry ini didasarkan pada argumen bahwa harga saham perusahaan-perusahaan tersebut telah meregang hingga ke titik ekstrem secara historis. Menurut analisis yang dibagikannya, Micron misalnya, kini diperdagangkan jauh di atas rata-rata pergerakan 200 harinya (200-day moving average), sebuah fenomena yang bahkan melampaui puncak gelembung dot-com pada tahun 2000 silam. Burry menilai bahwa euforia kecerdasan buatan (AI) telah membuat para investor melupakan siklus pasar memori yang sebenarnya tetap ada.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan adanya perbedaan risiko yang cukup signifikan di antara ketiga saham utama yang menjadi sasaran Burry. Nvidia dianggap memiliki fondasi yang paling kuat untuk menghadapi tekanan ini, mengingat pendapatannya pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 melonjak 85 persen menjadi 81,6 miliar dolar AS dengan rasio harga terhadap pendapatan (P/E ratio) yang masih tergolong masuk akal di kisaran 30 kali.

Sebaliknya, kondisi Tesla dinilai jauh lebih rentan oleh para pengamat pasar. Meskipun berhasil mengirimkan 480.126 kendaraan pada kuartal kedua, margin operasional produsen mobil listrik ini menyusut menjadi hanya 4,2 persen pada kuartal pertama, membuat sahamnya diperdagangkan dengan kelipatan P/E yang fantastis hingga lebih dari 350 kali. Taruhan Burry di sini tampaknya didasarkan pada potensi keterlambatan realisasi keuntungan dari proyek robotaxi dan perangkat lunak otonom Tesla.

Berdasarkan situasi tersebut, langkah short-selling dari seorang investor besar seperti Burry memang tidak akan langsung mengubah fundamental bisnis dari perusahaan yang ditargetkan. Kendati demikian, volatilitas ini menjadi pengingat penting bagi para investor ritel untuk mengevaluasi kembali porsi portofolio mereka, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan siklus memori atau penundaan lini masa teknologi masa depan.

// TOPICS
#saham #investasi #kecerdasan_buatan #pasar_modal #michael_burry #teknologi
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.