Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Amazon Ungkap Alasan Kenaikan...
AI

Amazon Ungkap Alasan Kenaikan Belanja AI, Saham Micron Disorot

CEO Amazon Andy Jassy memberikan pandangan terkait belanja modal dan kebutuhan memori AI

CEO Amazon Andy Jassy memberikan pandangan terkait belanja modal dan kebutuhan memori AI

Perusahaan teknologi raksasa dunia terus menggelontorkan dana besar-besaran untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang menunjukkan pertumbuhan masif. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, gabungan perusahaan seperti Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta Platforms, dan Oracle diproyeksikan menggelontorkan belanja modal atau capex melampaui USD 700 miliar khusus pada tahun 2026.

Lonjakan anggaran ini tidak lepas dari pernyataan terbaru Chief Executive Officer Amazon Andy Jassy yang menyoroti salah satu hambatan krusial dalam ekspansi infrastruktur, yakni ketersediaan memori. Peningkatan biaya ini mencerminkan tingginya perlombaan global dalam mengamankan pasokan cip dan komponen server AI kelas lanjut.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua, Jassy secara terbuka merevisi target belanja tunai perusahaan. "Kami sekarang percaya bahwa kami akan membelanjakan sekitar USD 220 miliar untuk capex tunai pada tahun 2026. Biaya memori yang lebih tinggi mendorong angka ini naik dari perkiraan sebelumnya sekitar USD 200 miliar," ujar Jassy, seperti dikutip dari Fool.com.

Jassy menambahkan bahwa bahkan dengan anggaran sebesar itu, kapasitas yang tersedia masih belum mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan pasar pada tahun 2026 dan 2027. Berdasarkan pantauan tim redaksi, tingginya permintaan untuk tahun 2028 juga sudah mulai terlihat jelas sejak dini, menandakan bahwa kelangkaan memori masih akan berlanjut.

Pernyataan tersebut memberikan indikasi kuat bahwa kebutuhan terhadap memori bandwidth tinggi atau high bandwidth memory serta DRAM canggih mengalami ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang cukup lebar. Ketika penyedia layanan cloud berskala besar harus menaikkan anggaran akibat komponen ini, kekuatan penetapan harga sepenuhnya berada di tangan produsen.

Kondisi pasar semacam ini membawa angin segar bagi Micron Technology sebagai salah satu produsen utama yang mampu memasok cip memori khusus AI dalam skala besar. Menurut analisis pasar, tren kenaikan harga jual rata-rata dan keterbatasan kapasitas ini memperkuat prospek jangka panjang bagi emiten produsen cip memori.

Meskipun pasar saham kerap diwarnai volatilitas jangka pendek, sinyal dari pemimpin industri seperti Amazon menunjukkan bahwa siklus permintaan infrastruktur AI masih memiliki ruang gerak yang luas. Bagi para investor yang mengandalkan strategi jangka panjang, saham Micron dinilai berpotensi mendulang keuntungan dari ekspansi masif sektor teknologi ini.

// TOPICS
#amazon #micron_technology #andy_jassy #kecerdasan_buatan #saham_teknologi #infrastruktur_ai
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.