Kabar mengejutkan datang dari perusahaan spesialis semikonduktor Credo Technology Group Holding Ltd. Berdasarkan laporan Form 4 SEC, Chief Technology Officer sekaligus pendiri bersama Credo Technology, Chi Fung Lawrence Cheng, tercatat telah menjual sebanyak 27.500 saham biasa pada tanggal 21 Juli 2026 lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari dokumen finansial, transaksi penjualan saham tersebut dieksekusi dengan harga rata-rata tertimbang sebesar USD222,34 per lembar saham. Jika ditotal secara keseluruhan, nilai dari pelepasan sebagian kepemilikan saham petinggi perusahaan tersebut mencapai angka sekitar USD6,1 juta atau setara dengan kisaran Rp99 miliar.
Menurut analisis pasar, aksi korporasi internal ini terjadi setelah harga saham Credo Technology mengalami lonjakan yang sangat mengesankan dalam beberapa bulan terakhir. Saham perusahaan bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam 52 pekan di angka USD308,67 per lembar pada bulan Juni lalu, seiring tingginya permintaan produk konektivitas berkecepatan tinggi.
Meskipun publik kerap mengkhawatirkan aksi penjualan oleh orang dalam perusahaan, transaksi yang dilakukan oleh Lawrence Cheng ternyata merupakan bagian dari rencana penjualan otomatis yang telah ditetapkan sebelumnya atau Rule 10b5-1 plan. Selain itu, berdasarkan pengamatan tim redaksi, Cheng masih mempertahankan posisi ekuitas yang sangat masif di perusahaan dengan memegang lebih dari 5,8 juta saham secara tidak langsung melalui sebuah trust.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 2 Mei lalu, lonjakan harga saham Credo didukung oleh performa bisnis yang luar biasa cemerlang. Perusahaan sukses membukukan pendapatan sebesar USD1,3 miliar, melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD436,8 juta, yang didorong oleh tingginya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan global.