Perusahaan teknologi eksplorasi luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX, baru saja melantai di bursa saham pada 12 Juni lalu dan langsung mencatatkan rekor tertinggi di level 225 dolar AS. Namun, dari pantauan redaksi, saham tersebut kini telah kehilangan 50 persen dari nilainya dan diperdagangkan pada kisaran 110 dolar AS per 6 Agustus.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, SpaceX sebenarnya memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham melalui lini bisnis peluncuran roket, konektivitas internet satelit, dan kecerdasan buatan. Meskipun demikian, sahamnya saat ini merosot tajam karena alasan yang sangat logis, yakni masalah valuasi.
Menurut SpaceX, perusahaan memiliki peluang besar senilai 28,5 triliun dolar AS yang mencakup tiga bisnis inti mereka. Lini konektivitas saat ini menjadi bisnis terbesar berdasarkan pendapatan di mana satelit Starlink telah melayani 12 juta pelanggan berbayar per 30 Juni, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain konektivitas, peluang terbesar SpaceX di masa depan berada di sektor kecerdasan buatan yang mencakup infrastruktur, langganan konsumen, dan aplikasi perusahaan. Menggunakan sistem komputasi terbaru, SpaceX segera menghadirkan infrastruktur kecerdasan buatan di angkasa melalui satelit baru bernama Starmind yang terhubung dengan jaringan Starlink.
Di sisi lain, pendapatan SpaceX pada kuartal kedua 2026 mencapai 7,8 miliar dolar AS atau melonjak 92 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Bisnis kecerdasan buatan berkembang sangat cepat sehingga Kepala Keuangan SpaceX Bret Johnsen meyakini lini tersebut dapat mencapai tingkat pendapatan tahunan sebesar 100 miliar dolar AS pada akhir 2026.
Namun menurut data pasar, kapitalisasi pasar SpaceX yang hampir mencapai 1,5 triliun dolar AS dengan pendapatan selama dua belas bulan terakhir sebesar 23 miliar dolar AS menghasilkan rasio harga terhadap penjualan sebesar 65. Angka tersebut membuat SpaceX sepuluh kali lebih mahal dibandingkan indeks Nasdaq-100 sehingga sebagian analis menyarankan investor untuk tetap waspada dan menunggu beberapa kuartal ke depan.