Menurut pengamatan tim redaksi, setelah melalui perjalanan inovasi selama hampir satu dekade, lini ponsel lipat Galaxy Z Fold kini telah bertransformasi menjadi perangkat 2-in-1 yang sangat matang. Kehadiran Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra digadang-gadang sebagai puncak pencapaian desain perangkat lipat bergaya buku yang hampir menghilangkan seluruh kompromi teknis pendahulunya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, perangkat premium ini membawa peningkatan material masif dengan beralih ke engsel titanium yang kokoh serta bobot yang sangat ringan layaknya ponsel konvensional. "Kami sangat takjub dengan bagaimana Samsung mampu menghadirkan bodi setipis ini tanpa mengorbankan durabilitas," ujar pengamat teknologi dalam ulasan awalnya.
Dari segi layar, panel internal berukuran 8 inci pada ponsel ini dilengkapi peningkatan resolusi tinggi serta tingkat kecerahan puncak mencapai 3000 nits yang membuatnya sangat optimal di bawah terik matahari. Selain itu, dukungan software One UI 9 berbasis Android 17 semakin memaksimalkan kapabilitas multitasking pengguna dalam menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.
Meskipun menawarkan spesifikasi kamera kelas atas dengan lensa utama 200 megapiksel dan peningkatan lensa ultrawide, perangkat ini tetap menuai catatan kritis terkait bentuk fisik layarnya. Menurut kritikus industri, rasio layar bagian dalam yang hampir mendekati bentuk persegi membuat pengalaman menikmati konten multimedia seperti video YouTube dan game terganggu oleh bilah hitam yang besar.
Dengan banderol harga awal menembus angka USD 2.099,99, ponsel ini dinilai terlalu mahal bagi sebagian besar konsumen umum dibandingkan varian standar Galaxy Z Fold 8 yang menawarkan proporsi aspek rasio lebih bersahabat. Pengguna dan calon pembeli disarankan untuk menantikan ulasan mendalam lebih lanjut guna menimbang kesesuaian harga dan fungsionalitasnya.