Kenaikan performa Nvidia (NVDA) terus melesat tajam sejak unit pemroses grafis (GPU) miliknya menjadi komponen fundamental dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Ledakan pusat data AI telah mengukuhkan posisi Nvidia sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar fantastis mencapai 5,1 triliun dolar AS. Meski skalanya sudah raksasa, para investor meyakini bahwa ruang pertumbuhan bagi perusahaan ini masih terbuka sangat lebar.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari laporan fool.com pada Selasa (14/7/2026), pertumbuhan masif Nvidia sukses menjaga penilaian atau valuasi sahamnya tetap berada di angka yang masuk akal. Peluncuran platform chip AI generasi berikutnya yang bernama Vera Rubin diprediksi menjadi katalis utama yang siap membawa nilai saham perusahaan ke level tertinggi baru.
Menurut analisis pasar, indikator terkuat dari pertumbuhan masa depan Nvidia adalah lonjakan belanja modal AI dari para pelanggan utamanya. Perusahaan raksasa teknologi seperti Meta Platforms, Microsoft, Alphabet, dan Amazon dilaporkan tengah merencanakan anggaran belanja modal yang jauh lebih tinggi pada tahun 2026 demi membangun infrastruktur pusat data.
Goldman Sachs memperkirakan bahwa pengeluaran untuk komputasi AI global akan membengkak dari sekitar 494 miliar dolar AS tahun ini menjadi 1,13 triliun dolar AS pada tahun 2031. Dari pantauan redaksi, CEO Nvidia Jensen Huang juga menyatakan optimisme serupa. "Saya melihat setidaknya ada potensi pendapatan sebesar 1 triliun dolar AS dari platform Blackwell dan Rubin hingga akhir tahun 2027," ungkap Jensen Huang.
Para analis di Wall Street memproyeksikan Nvidia mampu menghasilkan pendapatan sekitar 555 miliar dolar AS untuk tahun fiskal berikutnya yang berakhir pada Januari 2028. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai penjualan Nvidia berpotensi berlipat ganda dalam dua tahun ke depan jika berkaca pada pendapatan 12 bulan terakhir yang berada di angka 253 miliar dolar AS.
Di sisi lain, kehadiran platform Vera Rubin menandai langkah besar Nvidia dalam memimpin pergeseran industri dari pelatihan AI (training) menuju proses penarikan kesimpulan (inference). Platform ini mengintegrasikan tujuh chip sekaligus, termasuk GPU, CPU, serta sakelar Ethernet yang dirancang khusus untuk memperluas ekosistem Nvidia di dalam pusat data agar semakin diminati oleh pelanggan korporasi.
Nvidia mengklaim bahwa arsitektur Rubin mampu memangkas biaya token inferensi hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan generasi Blackwell. Efisiensi biaya yang masif ini memberikan alasan kuat bagi para perusahaan raksasa untuk beralih dan berinvestasi pada teknologi Vera Rubin guna memonetisasi sistem AI mereka dalam beberapa tahun mendatang.
Dari pantauan redaksi di lantai bursa, saham Nvidia saat ini diperdagangkan hanya sebanding dengan 23 kali perkiraan laba tahun 2026. Konsensus para analis memperkirakan produsen chip ini dapat menumbuhkan labanya rata-rata hampir 52 persen setiap tahun selama tiga hingga lima tahun ke depan, menjadikannya opsi investasi yang sangat menjanjikan.