Antusiasme pasar ponsel pintar menjelang paruh kedua tahun ini kian memuncak dengan munculnya berbagai bocoran mengenai generasi terbaru ponsel flagship milik Google. Lini Google Pixel 11 yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan tahun 2026 diprediksi akan membawa lompatan teknologi yang signifikan. Langkah ini diambil raksasa teknologi tersebut guna memperkuat dominasi ekosistem kecerdasan buatan (AI) mereka, Gemini, langsung di dalam perangkat keras terbaru.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari informasi dokumen internal yang beredar, Google akan menyelenggarakan acara tahunan "Made by Google" pada 12 Agustus 2026 di New York, Amerika Serikat. Lini terbaru ini dirumorkan kembali membawa empat model dengan kode nama unik bertema beruang. Varian tersebut meliputi "cubs" untuk Pixel 11 standar, "grizzly" untuk Pixel 11 Pro, "kodiak" untuk Pixel 11 Pro XL, dan "yogi" untuk varian layar lipat Pixel 11 Pro Fold.
Namun, para calon konsumen tampaknya harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Menurut laporan Dealabs dan Android Authority, krisis kapasitas RAM global yang dipicu oleh lonjakan industri AI memaksa Google menaikkan harga jual di semua model sebesar USD 100. Google Pixel 11 standar diperkirakan bakal dijual mulai dari USD 899 dengan opsi penyimpanan dasar yang ditingkatkan menjadi 256GB, sementara varian tertinggi Pixel 11 Pro Fold kemungkinan menyentuh harga USD 1.899.
Dari sektor dapur pacu, Google Pixel 11 dipastikan akan mengadopsi chipset Tensor G6. Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa Google berhasil mencuri start dari para pesaingnya dengan menjadi produsen pertama yang memanfaatkan proses manufaktur 2nm efisien dari TSMC. Chipset ini juga akan dipadukan dengan inti Arm C1 Ultra yang memiliki kecepatan clock hingga 4,11 GHz serta modem MediaTek M90 untuk efisiensi daya dan konektivitas satelit darurat yang lebih stabil.
Sektor kamera dan fitur bodi juga mengalami rombakan yang menarik. Selain peningkatan lensa utama 50 MP dan fitur video "Ultra Low Light" berbasis kecerdasan buatan lokal, Google dirumorkan memperkenalkan fitur lampu indikator bodi bernama "Pixel Glow". Dari pengamatan redaksi, fitur ini memanfaatkan kilatan cahaya multikolor di bagian belakang ponsel untuk menandai notifikasi penting saat perangkat diletakkan menghadap ke bawah, mirip dengan konsep lampu Glyph pada Nothing Phone.
Melengkapi kecanggihan perangkat kerasnya, Google Pixel 11 akan langsung menjalankan sistem operasi Android 17 sejak keluar dari kotak penjualannya. Sistem operasi teranyar ini membawa fokus besar pada pengerjaan tugas otomatis oleh Google AI serta penambahan fitur kesehatan real-time. "Dengan integrasi nanoTPU pada Tensor G6, ponsel ini mampu mendeteksi gangguan apnea tidur hingga analisis keseimbangan tubuh saat berlari secara on-device," tulis laporan Android Authority.