Bursa saham domestik India mengawali perdagangan hari Kamis, 1 Oktober 2026, dengan catatan negatif setelah mengalami tekanan jual yang merata di berbagai sektor pasar yang lebih luas.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi pada pukul 09.22 waktu setempat, indeks utama BSE Sensex tercatat merosot 172 poin atau 0,24 persen ke level 72.308,01, sementara indeks Nifty 50 melemah 65,50 poin atau 0,29 persen menjadi 22.554,95.
Dari pengamatan tim redaksi, tekanan terbesar datang dari sektor otomotif di mana indeks Nifty Auto anjlok hingga 2,07 persen, disusul oleh pelemahan pada sektor perawatan kesehatan, farmasi, semen, minyak dan gas, serta properti.
Menurut Chief Investment Strategist Geojit Investments, V K Vijayakumar, aksi jual yang dilakukan oleh investor asing atau FII semakin intensif seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun ke level 5,3 persen.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa fase pelemahan ini diprediksi bersifat jangka pendek dan dapat berbalik arah apabila harga minyak mentah dunia mulai turun, seraya menyarankan investor untuk memanfaatkan momentum ini guna mengumpulkan saham-saham berkapitalisasi besar berkualitas tinggi.