Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / Kritikus Film Roger Ebert Puji Film...
BERITA

Kritikus Film Roger Ebert Puji Film Horor Re-Animator

Kritikus film legendaris Roger Ebert memuji film horor klasik Re-Animator

Kritikus film legendaris Roger Ebert memuji film horor klasik Re-Animator

Mendiang kritikus film terkemuka, Roger Ebert, dikenal tidak selalu ramah terhadap film-film horor fiksi ilmiah era 1980-an. Berdasarkan catatan sejarah perfilman, Roger Ebert bahkan sempat meremehkan film klasik karya John Carpenter yang berjudul "The Thing" dan menyebutnya sebagai tontonan menjijikkan dengan karakter yang ditulis secara buruk. Namun, menurut laporan jurnalis Kieran Fisher dari bgr.com, banyak pencinta sinema terkejut saat mengetahui bahwa Ebert justru memberikan pujian untuk film "Re-Animator" garapan sutradara Stuart Gordon.

Film "Re-Animator" sendiri merupakan sebuah karya adaptasi beranggaran rendah dari cerita pendek karya H.P. Lovecraft yang berjudul "Herbert West — Reanimator". Dalam ulasan bintang tiga yang ditulisnya kala itu, Roger Ebert memuji film horor yang penuh adegan berdarah ini karena dinilai memiliki ambisi artistik yang tulus, meskipun berada di dalam genre yang sering dianggap murahan oleh sebagian kalangan.

Menurut penuturan Roger Ebert dalam ulasannya, dirinya keluar dari bioskop dengan perasaan agak terkejut sekaligus kembali bersemangat setelah menyaksikan film tersebut di Sundance Film Festival. Dari pantauan redaksi terhadap catatan kritiknya, Roger Ebert menuliskan bahwa "Re-Animator" berhasil bekerja dengan sangat baik sesuai dengan jalurnya sendiri dan mampu membuat para penonton di festival bersorak liar menikmati setiap adegannya.

Berdasarkan jalan ceritanya, "Re-Animator" menampilkan aktor Jeffrey Combs yang berperan sebagai Herbert West, seorang ilmuwan yang sangat terobsesi untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Eksperimen nekat tersebut justru melahirkan makhluk-makhluk mengerikan mirip zombi yang mengamuk, sebuah pembuktian bahwa membiarkan orang mati beristirahat dengan tenang adalah pilihan yang jauh lebih bijak.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa konsep menghidupkan kembali mayat dalam genre horor ini tidak lepas dari pengaruh novel klasik karya Mary Shelley yang berjudul "Frankenstein". Sebagai bentuk penghormatan, sekuel film ini yang berjudul "Bride of Re-Animator" garapan sutradara Brian Yuzna mengambil inspirasi langsung dari film klasik tahun 1935, "Bride of Frankenstein". Dalam sekuel tersebut, karakter Herbert West dikisahkan mencoba menciptakan kehidupan baru dari awal dengan menggunakan organ jantung milik mantan kekasih asistennya.

Kisah ambisi gila sang ilmuwan kemudian berlanjut pada instalasi ketiga yang bertajuk "Beyond Re-Animator". Dalam film ini, West dikisahkan harus mendekam di penjara akibat kejahatan eksperimen ilegal yang dilakukannya, sebelum akhirnya kembali berulah setelah bertemu dengan seorang dokter baru. Meskipun kedua sekuel tersebut masing-masing hanya mengantongi skor 57 persen dan 52 persen di situs Rotten Tomatoes, para kritikus sepakat bahwa waralaba ini tetap menjadi tontonan menyenangkan bagi para penggemar horor yang menyukai adegan sadis berbalut komedi kelam.

// TOPICS
#roger_ebert #re-animator #stuart_gordon #h.p._lovecraft #film_horor_klasik #review_film
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.