Saham perusahaan pengembang perumahan terkemuka asal Amerika Serikat, Lennar Corp (NYSE:LEN), terpantau mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat sore waktu setempat. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kejatuhan harga saham ini dipicu oleh laporan investigasi dari media finansial Hunterbrook Media yang menuding praktik penjualan properti mencurigakan untuk mendongkrak pencapaian target keuangan kuartalan perusahaan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan tersebut, Millrose Properties Inc yang merupakan perusahaan spinoff dari Lennar, dituduh memborong ratusan rumah siap huni senilai sekitar USD 200 juta di 15 negara bagian dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Menurut analisis dari Hunterbrook, sebagian besar transaksi pembelian tersebut terjadi secara masif pada pekan terakhir kuartal fiskal Lennar, yang diklaim membantu perusahaan mencapai target pengiriman rumah mereka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari laporan investigasi, Hunterbrook Capital yang memegang posisi short pada saham Lennar dan Millrose juga menyoroti adanya inefisiensi ekonomi yang serius serta kekhawatiran terkait tata kelola perusahaan. Para ahli akuntansi yang dikutip dalam laporan tersebut mempertanyakan independensi Millrose karena CEO Lennar, Stuart Miller, diketahui memegang kendali atas hak suara yang signifikan di perusahaan spinoff tersebut.
Menanggapi gejolak pasar ini, data perdagangan menunjukkan saham Lennar sempat terkoreksi sekitar 2,51 persen di level USD 80.05 per lembar saham pada saat berita ini diturunkan. Pihak manajemen Lennar sendiri belum memberikan tanggapan resmi ketika dihubungi oleh media terkait tuduhan pengalihan aset dan transaksi janggal tersebut.