Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, monday.com mengambil langkah drastis dengan memangkas sekitar 20% tenaga kerja globalnya atau setara dengan 620 karyawan. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi untuk menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Pendiri sekaligus co-CEO monday.com, Eran Zinman, menyatakan bahwa keputusan sulit ini bertujuan untuk membentuk tim yang lebih lincah dan berfokus pada integrasi agen AI dalam alur kerja harian.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Eran Zinman, pemangkasan ini bukan disebabkan oleh masalah margin finansial atau upaya menggantikan peran manusia secara langsung dengan AI. "Ini bukan sinyal krisis; ini adalah penataan ulang yang disengaja," ujar Zinman melalui unggahan di akun LinkedIn miliknya. Ia menegaskan bahwa sebagian besar efisiensi biaya akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan produk, talenta, dan teknologi AI.
Berdasarkan dokumen resmi perusahaan ke SEC, langkah ini mencerminkan transformasi berkelanjutan dalam strategi produk, pemasaran, dan go-to-market. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 19% hingga 20% pada tahun 2026, yang menunjukkan bahwa efisiensi dilakukan saat kinerja finansial perusahaan sebenarnya masih berada dalam kondisi sehat.
Dari pantauan redaksi, restrukturisasi ini akan memangkas tingkatan manajemen dan membentuk tim operasional yang lebih otonom. Selain itu, monday.com juga memperkenalkan model go-to-market baru guna memberikan dukungan implementasi yang lebih mendalam bagi pelanggan yang mengadopsi teknologi AI.
Menurut Sanchit Vir Gogia, Analis Utama di Greyhound Research, langkah ini memperlihatkan bagaimana industri perangkat lunak mulai mengubah definisi produktivitas. "Perusahaan dalam posisi sehat tidak melakukan restrukturisasi karena terpaksa, melainkan karena mereka memutuskan untuk bertransformasi menjadi sesuatu yang baru," ungkapnya.
Sementara itu, Analis Utama dari Moor Insights & Strategy, Melody Brue, menilai bahwa perubahan struktur organisasi memang krusial dalam transformasi AI, tetapi tetap berpotensi memberikan dampak psikologis bagi para pekerja. Menurut pengamatan tim redaksi, tantangan terbesar bagi pelanggan saat ini adalah memastikan kontinuitas layanan dan dukungan teknis selama masa transisi organisasi berlangsung.