Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Microsoft Lakukan PHK Massal Demi...
AI

Microsoft Lakukan PHK Massal Demi Fokus Penuh pada Teknologi AI

Ilustrasi gedung kantor Microsoft dan restrukturisasi divisi Xbox demi pengembangan teknologi AI

Ilustrasi gedung kantor Microsoft dan restrukturisasi divisi Xbox demi pengembangan teknologi AI

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft, dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 4.800 karyawannya, atau sekitar 2% dari total tenaga kerja global mereka. Berdasarkan laporan terbaru, langkah efisiensi ini berimbas paling parah pada divisi game mereka, Xbox. Langkah drastis ini diambil di tengah merosotnya nilai saham perusahaan sekitar 23% dalam setahun terakhir akibat tingginya pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) serta tantangan dalam monetisasi fitur Copilot.

Berdasarkan analisis industri, pemotongan ini merupakan strategi lanjutan Microsoft yang tengah menggelontorkan dana hingga puluhan miliar dolar demi membangun infrastruktur AI. Menurut catatan publik, aksi korporasi ini menyusul gelombang PHK sebelumnya pada Mei 2025 yang merumahkan 6.000 pekerja, serta pengurangan 9.000 staf beberapa bulan setelahnya. Selain itu, sekitar 3.000 karyawan di Amerika Serikat dilaporkan telah mengambil program pensiun dini sukarela yang ditawarkan perusahaan.

Dari pantauan redaksi, divisi game kini menjadi target utama restrukturisasi dengan proyeksi pemberhentian 2.850 pekerja game saat pemangkasan ini berlaku sepenuhnya. Microsoft bahkan berencana melepaskan beberapa studio game miliknya untuk menjadi perusahaan independen atau menjualnya ke pihak lain. Dampak PHK ini juga memukul dua studio besar mereka, Activision Blizzard yang diakuisisi senilai 69 miliar dolar pada 2023, serta ZeniMax Media yang dibeli seharga 7,5 miliar dolar pada 2020.

Menurut memo internal yang dikirimkan oleh Amy Coleman selaku Microsoft Executive Vice President dan Chief People Officer, penyesuaian ini didorong oleh kebutuhan pelanggan dan model bisnis yang berubah sangat cepat akibat transformasi teknologi. Pihak manajemen menegaskan bahwa organisasi perusahaan harus ikut bertransformasi agar tetap relevan dalam membantu para mitra bisnis menghadapi era baru tersebut.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Microsoft justru meningkatkan anggaran infrastruktur AI secara masif meski sedang mengurangi jumlah tenaga kerja. Perusahaan telah menyampaikan kepada para investor bahwa mereka akan membelanjakan hingga 190 miliar dolar untuk pusat data dan infrastruktur AI tahun ini, melonjak 60% dibandingkan pengeluaran tahun lalu. Alokasi ini juga mencakup dana sebesar 2,5 miliiar dolar untuk meluncurkan Microsoft Frontier Company guna menempatkan 6.000 insinyur langsung di perusahaan pelanggan.

Langkah perampingan ini sekaligus menjadi respons atas kinerja divisi Xbox yang dinilai kurang memuaskan dalam beberapa tahun terakhir. Melalui memo internal bertajuk "Next 100 Days: XBOX Reset", manajemen Microsoft mengungkapkan bahwa meskipun telah menginvestasikan lebih dari 20 miliiar dolar dalam lima tahun terakhir untuk konten dan perangkat keras, pendapatan tahunan divisi tersebut justru menurun hampir setengah miliar dolar. Pengurangan kemitraan dan pelepasan aset studio game dipastikan menjadi langkah awal dari perubahan strategi jangka panjang Microsoft yang kini bertaruh sepenuhnya pada masa depan AI.

// TOPICS
#microsoft #phk_karyawan #kecerdasan_buatan #xbox #teknologi #bisnis_global
Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.