Pasar saham teknologi kembali bergairah setelah salah satu raksasa perangkat lunak dunia mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Berdasarkan pantauan redaksi, saham Oracle Corporation (ORCL) melesat hingga 8,2 persen pada perdagangan hari Kamis, seiring dengan penguatan indeks utama di bursa Wall Street seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, kenaikan harga saham ini dipicu oleh pengumuman penting mengenai ekspansi kolaborasi strategis antara Oracle dan Google Cloud. Melalui kerja sama lanjutan ini, kedua raksasa teknologi tersebut sepakat untuk memperdalam integrasi layanan kecerdasan buatan (AI) guna memberikan nilai tambah bagi para pelanggan korporat mereka.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa integrasi ini memungkinkan para pengguna Oracle Cloud Infrastructure (OCI) untuk mengakses model Gemini buatan Google secara lebih luas. Dalam perluasan kemitraan tersebut, model Gemini direncanakan akan segera hadir di dalam Oracle AI Agent Studio, sebuah perangkat pengembangan yang digunakan pelanggan untuk membangun agen cerdas.
Model yang dihadirkan mencakup Gemini 3.1 Flash Lite untuk efisiensi beban kerja tinggi serta Gemini 3.5 Flash yang dirancang khusus untuk menangani tugas penalaran yang lebih kompleks. Kehadiran model-model canggih ini dinilai semakin memperkuat posisi Oracle di dalam ekosistem komputasi awan global.
Sentimen positif di pasar teknologi juga semakin terangkat berkat laporan keuangan Microsoft yang dirilis sehari sebelumnya. Menurut data yang dipublikasikan, penjualan layanan komputasi awan Microsoft Azure melesat hingga 43 persen, yang kemudian memberikan dampak positif secara keseluruhan terhadap sektor teknologi.
Selain itu, ekspansi masif infrastruktur pusat data yang dilakukan oleh para pelaku industri besar turut memberikan sinyal kuat tingginya permintaan komputasi AI. Kendati demikian, sejumlah analis tetap mengingatkan para investor untuk tetap waspada terhadap potensi risiko jangka panjang yang dihadapi oleh perusahaan.