Meta Platforms sedang menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2026, dengan penurunan nilai saham sebesar 11 persen hingga awal Agustus. Performa ini bahkan tercatat tertinggal dibandingkan indeks S&P 500 dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sebuah kondisi yang jarang terjadi bagi perusahaan sebesar Meta.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, bisnis inti Meta masih sangat bergantung pada sektor periklanan yang menyumbang 97,7 persen dari total pendapatan senilai 114 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun 2026. Kecerdasan buatan (AI) kini memainkan peran krusial dalam meningkatkan keterlibatan miliaran pengguna serta membantu pengiklan melakukan penargetan yang lebih presisi.
Menurut estimasi analis Wall Street, Meta diperkirakan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 21,6 persen antara tahun 2025 hingga 2028. Bahkan jika laju pertumbuhan ini melambat, diproyeksikan pendapatan Meta pada tahun 2030 dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, yang berpotensi memperkuat basis laba perusahaan secara signifikan.
Transformasi perusahaan juga mulai terlihat melalui diversifikasi aliran pendapatan baru. CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa perusahaan kini fokus pada pengembangan perangkat keras seperti kacamata pintar serta perangkat realitas virtual dan campuran. Zuckerberg menyatakan, "Kacamata merupakan bentuk ideal untuk kecerdasan super pribadi".
Selain perangkat keras, Meta berencana mengomersialkan kapasitas komputasi berlebih yang mereka miliki kepada pihak ketiga. Dalam laporan pendapatan kuartal kedua 2026, manajemen menegaskan adanya permintaan tinggi dari pelanggan yang bersedia membayar premium untuk mengakses sumber daya komputasi milik Meta tersebut.
Berdasarkan analisis fundamental, posisi Meta sebagai raksasa media sosial tampak sulit digoyahkan dalam jangka menengah. Kecuali muncul platform baru yang mampu membangun efek jaringan secara instan, posisi pasar Meta diprediksi tetap kuat hingga tahun 2031.
Dari sisi valuasi, saham Meta saat ini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (P/E) forward sebesar 18,6, yang dianggap cukup menarik oleh sebagian analis. Dengan potensi laba yang diprediksi terus meningkat, Meta tetap dipandang sebagai peluang investasi yang menjanjikan bagi para investor di pasar modal.