Berdasarkan pantauan tim redaksi, salah satu saham semikonduktor paling menyita perhatian di bursa Amerika Serikat adalah Nvidia yang mencatatkan kenaikan sekitar 20 persen sepanjang tahun berjalan. Meskipun angka tersebut terlihat sangat menghormati pasar dan mengungguli indeks S&P 500 serta Nasdaq Composite, capaian ini terasa moderat jika dibandingkan dengan lonjakan luar biasa pada tahun-tahun sebelumnya ketika revolusi kecerdasan buatan mulai mendominasi pasar global.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan analis Wall Street, perkiraan laba per saham atau EPS Nvidia untuk tahun fiskal 2028 diproyeksikan mencapai 15,68 dolar Amerika Serikat. Dengan harga saham yang berada di kisaran 225 dolar Amerika Serikat, rasio harga terhadap pendapatan masa depan atau forward P/E berada di angka 14,3, yang merupakan valuasi terendah dalam satu dekade terakhir untuk estimasi multi-tahun.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa penurunan kelipatan valuasi ini dipicu oleh kekhawatiran investor terkait kejenuhan belanja modal pusat data serta meningkatnya persaingan ketat dari Advanced Micro Devices dan Broadcom. Namun, menurut para analis, ekspansi bisnis baru seperti unit pemrosesan pusat Vera Rubin serta adopsi teknologi otonom dan robotika memberikan fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Berdasarkan proyeksi keuangan hingga tahun fiskal 2030, laba per saham Nvidia diperkirakan mampu mencapai setidaknya 26 dolar Amerika Serikat seiring dengan diversifikasi lini bisnis di luar cip grafis murni. Apabila kelipatan valuasi kembali pulih ke level yang lebih wajar, investasi awal senilai 1.000 dolar Amerika Serikat berpotensi berkembang secara signifikan seiring penguatan infrastruktur kecerdasan buatan global.