Paruh pertama tahun 2026 menyajikan persaingan yang sangat sengit di bursa saham teknologi antara produsen cip Nvidia dan induk usaha Google, yaitu Alphabet. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, persaingan ketat ini diwarnai oleh fluktuasi harga saham kedua raksasa teknologi tersebut yang saling susul akibat laporan keuangan kuartalan mereka.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan ulasan dari analis The Motley Fool, Alphabet sempat memimpin pada awal periode sebelum akhirnya posisi tersebut bergeser akibat dinamika laporan keuangan masing-masing perusahaan. Hingga akhir semester pertama 2026, Alphabet tercatat membukukan kenaikan 14.3 persen, sementara Nvidia menyusul di angka 7.4 persen.
Kendati demikian, prediksi ke depan menunjukkan bahwa paruh kedua tahun 2026 justru akan menjadi milik Nvidia. Dari pantauan redaksi, lonjakan belanja infrastruktur kecerdasan buatan atau AI oleh para pelaku industri besar menjadi katalis utama di balik optimisme terhadap performa saham produsen cip tersebut.
Sebagai salah satu perusahaan hyperscaler yang jorjoran mendanai infrastruktur kecerdasan buatan, Alphabet dilaporkan telah menggelontorkan dana hingga puluhan miliar dolar setiap kuartal. Berdasarkan data keuangan, total belanja modal perusahaan pada paruh pertama 2026 melonjak dua kali lipat menjadi 80.6 miliar dolar Amerika Serikat demi mendukung ekspansi pusat data.
Besarnya pengeluaran tersebut bahkan sempat membuat Alphabet mencatatkan arus kas bebas negatif pertama kalinya sejak melantai di bursa pada tahun 2004 silam. "Alphabet menaikkan perkiraan total belanja modal tahun 2026 menjadi titik tengah 200 miliar dolar Amerika Serikat," tulis laporan tersebut, yang memicu kekhawatiran sebagian investor pasar.
Di sisi lain, gelontoran dana masif dari Google dan perusahaan hyperscaler lainnya justru memberikan keuntungan luar biasa bagi Nvidia. Berdasarkan laporan pasar, Nvidia sukses mencatatkan rekor arus kas bebas kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sebesar 48.6 miliar dolar Amerika Serikat pada kuartal kedua.
Dengan komitmen belanja infrastruktur digital yang terus berlanjut tanpa tanda-tanda melambat, paruh kedua tahun 2026 diproyeksikan bakal menjadi ladang subur bagi Nvidia untuk melampaui kembali performa saham Alphabet.