Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / gadget / Saham Teknologi Tertekan, ETF Ini...
GADGET

Saham Teknologi Tertekan, ETF Ini Jadi Pilihan Tepat Saat Buy the Dip

Grafik pergerakan pasar saham teknologi dan logo ETF Invesco QQQ di layar monitor

Grafik pergerakan pasar saham teknologi dan logo ETF Invesco QQQ di layar monitor

Pasar saham sektor teknologi mengalami fluktuasi yang cukup signifikan sepanjang bulan Juli lalu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sejumlah perusahaan hyperscaler ternama seperti Alphabet dan Meta Platforms mengalami tekanan harga saham sesaat setelah merilis laporan keuangan kuartal kedua. Sentimen negatif juga menyelimuti Apple setelah proyeksi pendapatan kuartal keempat yang lebih rendah dari ekspektasi pasar memicu aksi jual oleh investor.

Meski raksasa teknologi saat ini berada di bawah tekanan, para analis menyarankan investor untuk beralih ke strategi ofensif. Salah satu instrumen yang dinilai menarik untuk dikoleksi saat terjadi koreksi atau "buy the dip" adalah Invesco QQQ Trust (QQQ). ETF ini tercatat memiliki rekam jejak performa yang impresif selama satu dekade terakhir.

Menurut data historis hingga 5 Agustus, Invesco QQQ Trust telah menghasilkan total pengembalian mencapai 572 persen. "Performa yang tangguh ini mampu mengubah investasi awal sebesar 10.000 dolar AS menjadi lebih dari 67.000 dolar AS hari ini," ungkap laporan tersebut. Angka ini mencerminkan keuntungan tahunan sebesar 21 persen, yang secara signifikan mengungguli indeks S&P 500.

Pantauan redaksi menunjukkan bahwa kekuatan utama ETF ini terletak pada bobot sektor teknologinya yang mencapai 66 persen. Salah satu kontributor terbesar dalam portofolio ini adalah Nvidia, yang harga sahamnya telah melonjak 15.230 persen sejak Agustus 2016. Dengan kapitalisasi pasar mencapai 5,3 triliun dolar AS, Nvidia kini mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan paling berharga di dunia berkat permintaan chip pusat data yang luar biasa.

Walaupun QQQ sempat pulih di awal Agustus, posisinya masih diperdagangkan sekitar 4 persen di bawah level tertingginya. Kondisi ini dinilai sebagai peluang emas bagi investor untuk masuk ke pasar. Namun, investor tetap diingatkan untuk memperhatikan valuasi yang tinggi, seperti rasio harga terhadap pendapatan (P/E) atau rasio harga terhadap penjualan (P/S), yang dapat memengaruhi potensi imbal hasil di masa depan.

Berdasarkan perspektif jangka panjang, membeli Invesco QQQ Trust adalah bentuk keyakinan terhadap masa depan kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 10 posisi teratas dalam portofolio ETF ini, yang mencakup 46 persen dari total kepemilikan, memiliki eksposur langsung atau tidak langsung terhadap teknologi AI. Strategi ini tetap relevan bagi investor yang memiliki cakrawala investasi minimal 10 tahun ke depan.

Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.