Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / berita / Donald Trump Ubah Nama AI Jadi Super...
BERITA

Donald Trump Ubah Nama AI Jadi Super Intelligence, Ini Reaksi Pakar

Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB

Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan perubahan istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi "super intelligence" atau SI. Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa, Trump menilai bahwa istilah AI membuat teknologi tersebut terdengar palsu dan tidak nyata.

"Welcome to the new world of super intelligence - SI," ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia dalam pidatonya yang disiarkan secara luas. Pengumuman ini merupakan bagian dari rangkaian langkah perubahan nama yang sebelumnya juga pernah ia lakukan pada beberapa fitur geografis di Amerika Serikat.

Sebelum memutuskan nama tersebut, Trump sempat meminta para pengikutnya di platform media sosial Truth Social untuk memilih beberapa opsi nama alternatif, seperti superior intelligence, extreme intelligence, hingga supreme intelligence. Dari hasil jajak pendapat tersebut, istilah super intelligence keluar sebagai pemenang.

Kendati demikian, para ahli dan akademisi teknologi memberikan tanggapan skeptis terhadap perubahan istilah ini. Menurut dosen etika digital dari The University of Melbourne, Simon Coghlan, penggunaan istilah tersebut dinilai menyesatkan karena kata super intelligence biasanya merujuk pada sistem masa depan yang memiliki kemampuan otonom tingkat tinggi.

"Saya ragu istilah SI ini akan bertahan lama, sebab hal tersebut justru melebih-lebihkan kapasitas AI yang ada saat ini," kata Coghlan menjelaskan pandangannya mengenai langkah kontroversial tersebut.

Senada dengan hal tersebut, ilmuwan komputer Kokil Jaidka dan dosen ilmu komputer National University of Singapore, Ben Leong, berpendapat bahwa para profesional di industri teknologi lebih memilih untuk mempertahankan istilah SI bagi tingkat kecerdasan buatan yang jauh lebih canggih di masa depan, bukan untuk kondisi teknologi saat ini.

Di sisi lain, beberapa pejabat di lingkaran terdekat Trump langsung menyambut dan menggunakan istilah baru tersebut dalam pernyataan publik mereka. Chief Technology Officer Amerika Serikat, Ethan Klein, menuliskan dukungannya di media sosial bahwa sang presiden telah berbicara dan Amerika Serikat akan terus memimpin era SI global.

Di tengah perdebatan penamaan ini, isu regulasi teknologi dan persaingan global turut menjadi sorotan utama. Trump dengan tegas menolak gagasan untuk memperketat regulasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan, serta menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mendahului China dalam penguasaan teknologi strategis tersebut.

// TOPICS
#donald_trump #super_intelligence #artificial_intelligence #teknologi #amerika_serikat #pbb #china #inovasi
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.