Apple kembali memperkuat sistem keamanan perangkat genggamnya melalui pembaruan terbaru. Dari pantauan redaksi, Apple kini tengah menguji fitur anti-pencurian inovatif yang dirancang khusus untuk mendeteksi aksi perampasan ponsel atau yang sering dikenal sebagai "Apple picking" secara seketika sebelum pelaku sempat mengeksploitasi data korban.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan yang dihimpun dari pengujian iOS 27.2 Beta 2, fitur keamanan canggih ini secara internal disebut sebagai "AutoLock". Fitur tersebut bekerja dengan memanfaatkan berbagai sinyal sensor perangkat untuk mengidentifikasi apakah sebuah iPhone telah direbut secara paksa dari tangan pemiliknya.
Tim redaksi mencatat bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan fitur semacam ini adalah risiko kesalahan identifikasi atau false positive. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Apple turut merancang serangkaian perlindungan ketat, termasuk otentikasi biometrik, analisis aktivitas aplikasi, serta mekanisme jeda guna menekan potensi penguncian yang tidak disengaja.
Meskipun demikian, fitur ini belum dapat diakses secara langsung oleh pengguna umum maupun penguji beta untuk saat ini. Menurut informasi yang beredar, Apple sengaja mengaktifkan sistem di latar belakang tanpa mengaktifkan komponen penguncian utamanya guna mengumpulkan data dan menyempurnakan keandalan sistem.
Observasi menunjukkan bahwa peningkatan fitur anti-pencurian ini sangat mendesak mengingat maraknya kejahatan pencurian ponsel di berbagai kota besar dunia seperti London. Di wilayah tersebut, perangkat iPhone kerap menjadi target utama para pelaku kejahatan karena nilai jual kembalinya yang dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan perangkat dari sistem operasi lain.