Memilih antara raksasa teknologi Asia yang dominan dan mesin pertumbuhan Amerika Latin menuntut keseimbangan yang cermat antara valuasi dan potensi ekspansi pasar global. Berdasarkan pantauan redaksi, investor saat ini dihadapkan pada pertanyaan krusial mengenai apakah Alibaba Group atau MercadoLibre merupakan pilihan investasi saham konsumen yang lebih menarik pada tahun 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Alibaba mengoperasikan ekosistem teknologi masif yang berfokus pada perdagangan, layanan komputasi awan, dan kecerdasan buatan, termasuk aplikasi konsumen Qwen yang melampaui 300 juta pengguna aktif bulanan. Menurut laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026, pendapatan perusahaan mencapai hampir USD 152,8 miliar dengan laba bersih mendekati USD 15,5 miliar.
Di sisi lain, MercadoLibre berdiri sebagai platform perdagangan dan fintech terkemuka di Amerika Latin yang beroperasi di 18 negara dengan melayani lebih dari 131 juta pembeli unik. Berdasarkan data dari pengamatan tim redaksi, pendapatan perusahaan pada tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2025 melonjak hingga hampir USD 28,9 miliar atau tumbuh sekitar 39,1 persen secara tahunan.
Dalam hal profil risiko, Alibaba harus menghadapi lingkungan regulasi yang kompleks di pasar domestik Tiongkok serta persaingan harga yang ketat antarperitel daring. Sementara itu, MercadoLibre beroperasi di tengah dinamika makroekonomi Amerika Latin yang fluktuatif serta persaingan ketat melawan pemain global seperti Amazon.
Meskipun Alibaba menawarkan valuasi yang lebih konservatif dan neraca keuangan yang kuat, MercadoLibre dinilai unggul berkat pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih cepat serta basis pelanggan yang terus berekspansi di sektor perdagangan digital dan finansial. "Meskipun keduanya menawarkan peluang menarik di sektor e-commerce, MercadoLibre tetap menjadi pilihan yang lebih baik saat ini karena potensi pertumbuhannya yang agresif," ujar pengamat pasar.