Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / gadget / Analisis Saham Rigetti Computing:...
GADGET

Analisis Saham Rigetti Computing: Potensi Jebakan di Balik Hype

Ilustrasi grafik saham Rigetti Computing dan teknologi kuantum

Ilustrasi grafik saham Rigetti Computing dan teknologi kuantum

Berdasarkan pantauan redaksi, saham Rigetti Computing (RGTI) kerap memikat para pelaku pasar karena narasi besar mengenai komputer kuantum skala utilitas, dukungan dana pemerintah, serta pengembangan perangkat keras mutakhir. Namun, ketika menyelami laporan keuangan dan rencana strategis perusahaan lebih dalam, tim redaksi mengamati bahwa saham ini berpotensi menjadi sebuah jebakan alih-alih instrumen investasi yang menguntungkan.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026, Rigetti membukukan pendapatan sebesar USD 4,4 juta dengan kerugian operasional mencapai USD 26 juta serta kerugian bersih disesuaikan sebesar USD 14,7 juta. Tren serupa berlanjut pada kuartal kedua dengan perolehan pendapatan USD 5,1 juta di tengah kerugian operasional yang membengkak hingga USD 28,1 juta dan kerugian bersih disesuaikan mencapai USD 16 juta.

Menurut pengamatan tim redaksi, meski perusahaan mencatatkan posisi kas dan investasi sebesar USD 541,3 juta tanpa utang pada akhir kuartal kedua, skala pembakaran kas tersebut tetap mengindikasikan bahwa Rigetti masih merupakan perusahaan tahap pra-laba dengan tingkat risiko tinggi. "Rigetti masih menjadi bisnis skala kecil yang mencoba membangun masa depan sangat besar dengan biaya operasional yang masif," ujar salah satu analis pasar.

Dari sisi teknologi, kehadiran cip berbasis arsitektur chiplet Cepheus-1-108Q menunjukkan inovasi yang menarik melalui platform cloud mereka, namun pencapaian tersebut belum mampu menghasilkan arus kas mandiri. Menurut pengamat industri, investor sering kali keliru memperlakukan platform riset spekulatif ini selayaknya perusahaan matang yang stabil.

Terkait pendanaan eksternal, Rigetti baru saja menandatangani kesepakatan definitif dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat senilai hingga USD 100 juta melalui pendanaan CHIPS Act guna mempercepat riset komputasi kuantum superkonduktor. Kendati demikian, dari pantauan redaksi, dana tersebut tidak cair sepenuhnya sekaligus, di mana sebagian besar di antaranya terbagi dalam dua tahap yang bergantung pada pemenuhan kriteria tenggat waktu teknis.

Selain itu, kesepakatan tersebut mewajibkan Rigetti menerbitkan 7.739.938 saham biasa kepada pihak departemen dengan harga tersirat USD 12,92 per saham, yang sekaligus memberikan kepemilikan saham minoritas kepada pemerintah dan mendilusi pemegang saham lama. Berdasarkan analisis, pendanaan ini membawa konsekuensi berupa dilusi serta risiko penarikan dana jika proyek mengalami keterlambatan.

Dari segi eksekusi jangka panjang, manajemen menyampaikan bahwa peta jalan perusahaan diukur dalam rentang tahun, bukan kuartal, dengan target pengiriman sistem utama baru diharapkan terealisasi pada tahun 2027. Tim redaksi menilai volatilitas harga saham yang tinggi selama beberapa tahun terakhir lebih digerakkan oleh sentimen pengumuman strategis dibandingkan pencapaian komersial yang nyata, sehingga investor disarankan untuk tetap waspada.

// TOPICS
#rigetti_computing #saham_teknologi #komputer_kuantum #analisis_saham #chips_act #pasar_keuangan #rgti
Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.