Kelompok tujuh negara industri maju (G7) secara resmi mengumumkan kesepakatan bersama untuk melepaskan 100 juta barel cadangan minyak ke pasar global. Langkah terkoordinasi ini diambil guna merespons lonjakan harga bahan bakar yang telah mencapai rekor tertinggi, terutama di Amerika Serikat, di mana pasokan diesel akan menjadi prioritas utama yang digelontorkan pada tahap awal.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, pengumuman ini disampaikan menyusul tekanan politik yang dihadapi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu. Trump menyatakan melalui media sosial bahwa "Eropa baru saja sepakat untuk melepaskan sejumlah besar cadangan minyak diesel mereka yang melimpah dan prosesnya akan segera dimulai".
Menurut pengamatan tim redaksi, kenaikan harga bahan bakar minyak secara global ini tidak terlepas dari konflik yang sedang berlangsung selama delapan bulan terakhir. Meskipun Presiden Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa biaya tinggi tersebut merupakan harga yang sepadan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, tekanan domestik terhadap perekonomian AS terus meningkat.
Data dari AAA menunjukkan bahwa rata-rata nasional untuk satu galon diesel di Amerika Serikat sempat menyentuh rekor tertinggi di angka $6.52 pada 22 September lalu. Sebelum mengambil keputusan besar ini, Presiden Donald Trump dilaporkan telah melakukan pembicaraan intensif dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron selaku ketua G7.
Prancis yang saat ini memegang kepresidenan bergilir G7 memimpin rapat virtual darurat bersama para pemimpin anggota lainnya. Badan Energi Internasional (IEA) ditunjuk untuk mengoordinasikan aksi pelepasan cadangan darurat ini yang akan disalurkan selama empat bulan ke depan, dengan porsi pasokan diesel yang difokuskan secara besar-besaran dalam 20 hari pertama.