Kementerian Energi Namibia mengumumkan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku pada pekan ini. Berdasarkan pengumuman resmi, harga bensin mengalami kenaikan sebesar N1,50perliter,sementarahargasolardipastikantetapstabiltidakmengalamiperubahansepanjangbulanOktober.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkanpant26.58, sedangkan harga solar 50ppm berada di angka N27.86dansolar10ppmdipatokpadahargaN27.96 per liter.
Menurut Menteri Energi Namibia, Modestus Amutse, keputusan menaikkan harga bensin bukanlah hal yang mudah untuk diambil oleh pemerintah di tengah kondisi ekonomi yang menantang. "It was not an easy decision to come to this conclusion. But we are quite aware that diesel is used by industries; we have come to a conclusion which is definitely not easy," ujar Amutse dalam keterangannya pada hari Jumat.
Dari pengamatan tim redaksi, lonjakan harga bahan bakar ini dipicu oleh tingginya biaya impor minyak mentah global serta dinamika geopolitik. Amutse menjelaskan bahwa biaya impor bensin melonjak hingga 19,27 persen pada bulan September dibandingkan dengan Agustus, sementara impor solar turut terkerek naik sekitar 13 persen.
Menurut Amutse, volatilitas di pasar minyak internasional dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik serta gangguan pasokan di Timur Tengah. Selain itu, faktor kenaikan biaya pengiriman, pembatasan ekspor global, serta pelemahan nilai tukar dolar Namibia turut memperberat beban biaya masuknya bahan bakar ke dalam negeri.
Meskipun diwarnai kenaikan harga dan ketidakpastian pasar global, pemerintah memastikan bahwa ketersediaan stok energi nasional masih dalam kondisi aman. "Namibia currently maintains adequate fuel stocks and that there are no immediate risks of fuel shortage in the country," pungkas Amutse sembari menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar secara berkala.