Berdasarkan pantauan redaksi di tengah dinamika pasar energi global dan serangan terhadap infrastruktur energi di Ukraina, para ahli menyarankan masyarakat untuk menyiapkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah wajar. Meskipun kelangkaan total tidak diprediksi, memiliki cadangan darurat untuk kebutuhan pribadi dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan pakar pasar energi Serhii Kuyun dan Leonid Kosianchuk, pasar minyak menghadapi tantangan tersendiri akibat gangguan logistik dan potensi pembatasan pasokan dari produsen besar di Eropa maupun Timur Tengah. Kendati demikian, fasilitas pengisian bahan bakar yang sempat terdampak dilaporkan dapat kembali beroperasi dalam waktu relatif cepat.
Berdasarkan panduan keselamatan, penyimpanan bensin dan solar tidak boleh dilakukan sembarangan guna menghindari risiko kebakaran atau ledakan. Pengguna dilarang keras menggunakan botol plastik bekas minuman, wadah bahan kimia rumah tangga, maupun wadah kaca karena tidak memenuhi standar keamanan material dan kedap udara.
Bagi masyarakat yang ingin menyimpan bensin pada musim dingin, diwajibkan menggunakan jerigen polimer khusus yang memenuhi standar keselamatan tertentu, sementara pada musim hangat jerigen logam maupun polimer sama-sama aman digunakan. Untuk penyimpanan solar, kedua jenis wadah tersebut terbukti cocok untuk segala musim dengan tetap memperhatikan kondisi suhu ruangan.
Menurut pengamatan tim redaksi terhadap standar teknis penyimpanan, lokasi terbaik untuk menempatkan cadangan BBM adalah area terpisah yang kering, teduh, memiliki ventilasi udara yang baik, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Pemilik rumah harus menghindari penyimpanan di dalam apartemen, ruang bawah tanah, atau garasi tertutup yang terhubung langsung dengan hunian guna mencegah risiko paparan uap beracun.