Gelombang baru perusahaan internasional mulai melirik pasar keuangan Inggris untuk memperluas ekspansi global mereka. Berdasarkan pantauan redaksi, para pengusaha terkemuka asal India dan Afrika kini tengah bersiap untuk membawa perusahaan besar mereka melakukan pencatatan saham perdana maupun sekunder di Bursa Efek London guna menarik minat investor institusional dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan media, langkah strategis ini melibatkan dua nama besar yang dikendalikan oleh miliarder global. Nigerian billionaire Aliko Dangote melalui Dangote Cement serta Indian billionaire Sunil Bharti Mittal lewat layanan keuangan seluler Airtel Money muncul sebagai calon emiten baru yang siap meramaikan bursa di ibu kota Inggris tersebut.
Airtel Money berencana menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering dengan target perolehan dana sekitar 800 juta dolar Amerika Serikat. Kepala Eksekutif Airtel Money, Ian Ferrao, menyatakan bahwa "perusahaan memilih London karena kedalaman kolam modal, basis investor institusional, serta pemahaman pasar terhadap ekonomi berkembang dan teknologi keuangan."
Sementara itu, Dangote Cement juga tengah mempersiapkan pencatatan sekunder guna memperluas basis investor internasional mereka di luar kawasan Afrika. Ketua Dangote Cement, Emmanuel Ikazoboh, menegaskan dalam presentasi investor di London bahwa langkah korporasi ini bertujuan untuk menjembatani perusahaan Afrika dengan pasar modal global secara lebih masif.
Kehadiran dua perusahaan besar bernilai miliaran dolar ini dinilai menjadi angin segar bagi Bursa Efek London yang tengah berupaya memulihkan aktivitas pencatatan saham baru. Menurut data dari otoritas bursa setempat, langkah ini sekaligus memperkuat posisi London sebagai pusat keuangan internasional yang telah lama menjadi rumah bagi lebih dari 100 perusahaan asal benua Afrika.