Kontrak berjangka FTSE Bursa Malaysia KLCI (FBM KLCI) diproyeksikan akan menarik minat aksi beli atau bargain hunting pada pekan mendatang, seiring dengan sentimen positif dari perpanjangan gencatan senjata dagang antara Amerika Serikat dan China.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi terhadap dinamika pasar finansial terkini, perpanjangan masa damai dagang tersebut dinilai mampu meredakan ketegangan global dan memberikan kejelasan bagi para pelaku bisnis serta rantai pasok global.
Menurut Director of Investment Strategy and Country Economist IPPFA Sdn Bhd Mohd Sedek Jantan, perpanjangan gencatan senjata selama dua bulan ke depan ini dapat mengurangi risiko eskalasi tarif sebelum pergantian tahun sekaligus memperbaiki selera risiko investor di pasar.
"Peningkatan selera risiko menyusul perpanjangan gencatan senjata dagang dapat memberikan ruang bagi indeks untuk melakukan pemulihan, meskipun harga minyak yang tinggi dan imbal hasil obligasi global tetap menjadi risiko penurunan utama," ujarnya dalam pembaruan pasar harian.
Selain itu, Mohd Sedek Jantan menjelaskan bahwa posisi indeks yang mendekati level terendah tahun ini di kisaran 1.656,83 berpotensi mendorong aksi bargain hunting secara selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki fundamental kuat.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi pada data perdagangan mingguan, meskipun kontrak berjangka sempat ditutup melemah di tengah koreksi pasar tunai, lonjakan volume transaksi dan open interest menunjukkan tingginya minat pelaku pasar dalam mengantisipasi peluang rebound pekan depan.