Perusahaan perangkat lunak multinasional Adobe kembali mengambil langkah strategis dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan dengan memperluas integrasi platform Creative Cloud ke dalam berbagai asisten AI populer. Berdasarkan pantauan redaksi dari pengumuman terbaru, perusahaan kini menghadirkan dukungan yang lebih mendalam untuk Claude buatan Anthropic serta konektor pertama untuk Google Gemini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pembaruan terbarunya, integrasi Claude kini menawarkan sekitar 80 perangkat yang dapat diakses langsung melalui perintah teks di berbagai aplikasi utama seperti Adobe Acrobat, Photoshop, Premiere, Express, dan Lightroom. Jumlah ini meningkat signifikan dari sekitar 50 perangkat saat pertama kali diluncurkan pada bulan April lalu, memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan tugas seperti mengubah format dokumen PDF hingga menyunting gambar.
Menurut pengamatan tim redaksi, langkah ekspansif ini dirancang untuk menjangkau para pekerja profesional maupun non-kreatif yang selama ini belum sepenuhnya menguasai antarmuka perangkat lunak desain yang kompleks. Kehadiran fitur berbasis perintah teks ini dinilai mampu memangkas kurva pembelajaran yang curam sekaligus mempercepat proses dari tahap ide hingga hasil akhir.
‘Kami ingin berada di mana pun pengguna berada, baik saat mereka fokus menggunakan aplikasi utama maupun ketika mereka berada di luar aplikasi untuk menyelesaikan suatu tugas,’ ujar Deepti Pradeep, selaku direktur senior agen AI di Adobe, seperti dikutip dari Computerworld.
Meskipun asisten AI menawarkan kemudahan akses yang luar biasa, Adobe menegaskan bahwa fungsi-fungsi penyuntingan yang lebih kompleks akan tetap dipertahankan di dalam aplikasi inti seperti Photoshop. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman yang bernilai tanpa membebani pengguna dengan antarmuka yang terlalu rumit atau berlebihan.
Berdasarkan analisis pasar dari lembaga riset Gartner, pengeluaran untuk asisten AI perusahaan diproyeksikan melonjak drastis dari USD 17 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 71 miliar pada tahun 2030. Tren ini menunjukkan bahwa para pekerja pengetahuan di masa depan akan menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan alat berbasis asisten AI dibandingkan aplikasi konvensional.
Melalui strategi pendekatan model freemium yang diterapkan pada berbagai integrasi pihak ketiga ini, Adobe optimistis dapat menarik lebih banyak pengguna baru ke dalam ekosistem digital mereka. Perusahaan terus berfokus pada perluasan jangkauan platform guna memastikan pengalaman kreatif yang mulus di berbagai perangkat asisten AI modern.