Berdasarkan pantauan redaksi, saham penyedia infrastruktur awan buatan Nebius Group (NBIS) mengalami lonjakan luar biasa sebesar 182% sepanjang tahun berjalan ini, menarik perhatian para investor global di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data kuartal kedua, pendapatan perusahaan melonjak drastis hingga 529% pada paruh pertama tahun ini mencapai USD981 juta, disertai dengan strategi pemotongan kerugian melalui sistem pembayaran di muka dari para pelanggan.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sekitar 70% kontrak yang ditutup Nebius pada kuartal tersebut melibatkan pembayaran di muka, yang membantu perusahaan meminimalkan penerbitan ekuitas serta utang baru untuk pengembangan infrastruktur.
Menurut laporan keuangan, total nilai kontrak Nebius melonjak empat kali lipat secara kuartalan berkat pencapaian empat transaksi besar dengan nilai rata-rata melampaui USD1 miliar, mencerminkan tingginya permintaan pasar.
Berdasarkan analisis pasar, valuasi saham Nebius saat ini memang tergolong premium dengan rasio harga terhadap penjualan yang tinggi, namun proyeksi pendapatan yang agresif hingga tahun 2028 menunjukkan potensi pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang masif.
Menurut pandangan para analis, alokasi dana investasi sebesar USD1000 pada saham ini dinilai sebagai langkah strategis bagi investor yang mencari potensi keuntungan berlipat ganda di sektor kecerdasan buatan.