Di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di kawasan Asia Barat, sejumlah peritel bahan bakar swasta di India mulai memberlakukan pembatasan penjualan solar di beberapa gerai pilihan mereka. Berdasarkan laporan dari Times of India, tekanan finansial yang kian meningkat akibat lonjakan harga minyak mentah memaksa perusahaan pemasaran bahan bakar untuk mengambil langkah pengetatan tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, pembatasan ini tidak bersifat nasional dan tidak berlaku secara menyeluruh di semua wilayah. Perusahaan minyak milik negara seperti Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum Corporation, dan Hindustan Petroleum Corporation menyatakan bahwa mereka tetap menjual bensin dan solar secara normal tanpa ada batasan apa pun di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum mereka.
Beberapa gerai Jio-BP dilaporkan telah menerima instruksi khusus untuk membatasi pembelian solar maksimal 50 liter per pelanggan. Selain itu, sejumlah gerai juga menetapkan plafon penjualan harian sekitar 6.000 liter guna mengendalikan pasokan di tengah tekanan pasar yang tinggi.
Sementara itu, di gerai-gerai Nayara Energy, jumlah solar yang dapat dibeli oleh pelanggan dalam satu kali transaksi dilaporkan berkisar antara 70 liter hingga 200 liter. Kebijakan ini dinilai cukup berdampak bagi kendaraan komersial jarak jauh yang membutuhkan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar.
Menurut lembaga pemeringkat ICRA, keranjang minyak mentah India mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai USD 117,4 per barel pada 21 September, jauh meningkat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang berada di kisaran USD 66 per barel. Lonjakan tajam ini menggerus margin keuntungan perusahaan minyak karena harga jual bensin dan solar domestik belum disesuaikan dengan harga minyak mentah internasional.
ICRA memperkirakan bahwa saat ini perusahaan pemasaran minyak menanggung kerugian sekitar ₹9 per liter untuk solar dan ₹8 per liter untuk bensin. Situasi rantai pasok juga semakin rumit setelah Saudi Aramco menghentikan pasokan minyak mentah ke kilang-kilang di India hingga pemberitahuan lebih lanjut akibat serangan terhadap pipa minyak East-West mereka.