Penggunaan kecerdasan buatan atau AI generatif dalam aplikasi perkantoran kini semakin meluas, salah satunya melalui fitur Microsoft Copilot pada Microsoft Word. Berdasarkan pantauan tim redaksi, banyak pengguna seringkali hanya memanfaatkan alat ini sebatas untuk menulis atau menulis ulang teks dengan hasil yang biasa saja. Padahal, potensi terbesar dari teknologi ini terletak pada kemampuannya dalam membantu proses penyuntingan, pemformatan, hingga riset mendalam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut panduan terbaru, untuk mengakses fitur ini secara optimal, pengguna harus memastikan Copilot berada dalam mode agen atau agent mode dengan opsi Allow editing yang aktif. Pengaturan ini memungkinkan AI untuk langsung menerapkan perubahan pada dokumen yang sedang dibuka tanpa batasan chat saja. "Pastikan mode agen tetap aktif agar Copilot dapat membantu menyunting dokumen secara langsung," ujar para ahli teknologi dalam ulasan tersebut.
Salah satu fungsi paling praktis dari Copilot adalah kemampuannya dalam meringkas dokumen panjang secara spesifik serta mengubah blok teks menjadi tabel atau daftar secara instan. Pengguna cukup memberikan perintah teks yang terarah untuk menyaring informasi penting tanpa harus merapikannya secara manual. Berdasarkan observasi redaksi, fitur ini mampu memangkas waktu pengerjaan dokumen kantor secara signifikan dan meningkatkan efisiensi kerja harian.