Aplikasi pengolah kata seluler telah menjadi bagian esensial dalam menunjang produktivitas modern. Bagi banyak profesional, menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar gawai untuk memeriksa dokumen sudah menjadi rutinitas harian. Guna mengoptimalkan efisiensi tersebut, pengguna perlu memanfaatkan berbagai pintasan dan opsi tingkat lanjut yang tersembunyi di dalam aplikasi Google Docs versi Android.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, salah satu fitur yang sering terlewatkan adalah pengorganisasian dokumen yang lebih cerdas melalui opsi "Document Outline". Saat mengedit dokumen panjang yang memiliki judul atau sub-judul, pengguna cukup mengetuk ikon menu tiga titik di pojok kanan atas dan memilih opsi tersebut. Metode ini mempermudah navigasi antarpagraf tanpa harus menggulirkan layar tanpa akhir.
Menurut ulasan JR Raphael dari Computerworld, integrasi dengan format Microsoft Word kini juga semakin mulus. Pengguna dapat mengaktifkan opsi pembuatan file baru langsung dalam format .DOCX melalui menu setelan utama. Dari pengamatan tim redaksi, langkah ini sangat memangkas waktu bagi pekerja yang sering berkolaborasi dengan pengguna ekosistem Microsoft Office.
Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah "Send a copy" yang terletak di menu "Share & export". Fitur ini memungkinkan pengguna mengirimkan dokumen langsung ke aplikasi pihak ketiga seperti email, Notion, atau Trello dalam format PDF maupun Word tanpa perlu mengunduhnya terlebih dahulu ke penyimpanan lokal.
Pihak Google juga menyediakan pintasan langsung untuk beralih ke Google Drive dari menu utama Docs, serta kemampuan berpindah akun Google hanya dengan mengusap foto profil ke atas atau ke bawah. Selain itu, pengguna bisa membuat pintasan dokumen spesifik langsung di beranda (home screen) ponsel untuk akses sekali ketuk.
Dari pantauan redaksi, pembaruan terkini juga menyertakan tombol pintasan AI Gemini melalui ikon berbentuk bintang di bilah alat atas. "Dalam skenario yang tepat, kecerdasan buatan ini bisa menjadi alat bantu membaca atau mengedit yang berguna," ujar JR Raphael. Meski demikian, ia mengingatkan pengguna untuk tetap berhati-hati agar tidak terjebak dalam hasil tulisan yang tidak akurat.