Setelah resmi mengakuisisi platform gim berbasis "vibe-coded" Gizmo pada awal tahun ini, raksasa teknologi Meta meluncurkan aplikasi versi merek mereka sendiri yang dinamakan Pocket. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aplikasi ini digambarkan sebagai platform kreatif yang ditujukan untuk membuat serta membagikan konten interaktif yang disebut "gizmo".
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan resmi perusahaan, gizmo didefinisikan sebagai benda interaktif berukuran kecil yang dapat diketuk dan dimainkan oleh pengguna. Menariknya, platform ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga pengguna dapat menciptakan sebuah gizmo baru hanya dengan menuliskan deskripsi teks saja. Langkah ini membawa tren baru yang menggabungkan konsep "vibe-coding" dengan aspek sosial dalam satu ekosistem.
Dari pantauan redaksi, aplikasi Pocket saat ini sudah mulai bermunculan di Google Play Store dan masuk ke dalam kategori Seni dan Desain (Art and Design). Berdasarkan deskripsi pada toko aplikasi tersebut, pengguna dapat menjelajahi beranda yang berisi berbagai gizmo buatan kreator dari seluruh dunia. Konten interaktif tersebut mampu merespons sentuhan, kemiringan ponsel, memainkan efek suara, hingga memanfaatkan kamera dan galeri foto pengguna.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa Meta tampaknya sengaja meluncurkan aplikasi ini secara diam-diam tanpa adanya pengumuman besar-besaran kepada publik. Keberadaan aplikasi ini pertama kali diendus oleh pembocor teknologi ternama, Alessandro Paluzzi, yang kemudian dilaporkan secara luas oleh media teknologi global seperti TechCrunch.
Hingga saat ini, Pocket baru tersedia secara resmi untuk perangkat Android melalui Google Play Store. Pihak Meta sendiri masih belum memberikan keterangan atau kepastian lebih lanjut mengenai apakah mereka juga akan merilis versi iOS untuk perangkat Apple di masa mendatang.