Indeks utama Wall Street, yakni Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq 100, menunjukkan pergerakan yang berdivergensi sepanjang bulan September ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, indeks Nasdaq 100 yang sarat teknologi kini mendekati level tertinggi sepanjang masa, sementara indeks Dow Jones masih tertinggal sekitar 5,3 persen dari puncak tertingginya tahun ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Katalis utama yang akan dicermati oleh para pelaku pasar di indeks Dow Jones, Nasdaq 100, dan S&P 500 pekan ini adalah perkembangan terbaru dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut laporan, Iran sebelumnya telah mengajukan tujuh poin tuntutan, termasuk penghentian blokade dan pencairan dana mereka, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kendati demikian, pihak Amerika Serikat menyatakan telah menolak proposal tersebut, meskipun ada harapan bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan diplomatik. Dari pantauan redaksi, meredanya kekhawatiran eskalasi langsung sempat membuat harga minyak mentah dunia sedikit melemah pekan lalu dan memberikan sentimen positif bagi bursa saham.
Selain geopolitik, para investor di Wall Street juga bersiap menghadapi rilis data makroekonomi penting dari Amerika Serikat. Berdasarkan data ekonomi, rilis paling dinanti adalah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat pada hari Jumat mendatang, di mana para ekonom memperkirakan penambahan lebih dari 50.000 lapangan kerja pada bulan September.
Data ketenagakerjaan yang kuat diperkirakan akan memperbesar peluang kenaikan suku bunga lanjutan, sementara data lain seperti tingkat kepercayaan konsumen, pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), dan data PDB kuartal kedua turut menjadi penentu arah pasar. Menurut pengamat pasar, rilis data-data tersebut secara historis memiliki volatilitas tinggi yang mampu mengubah arah tren saham.
Di sisi lain, laporan keuangan dari korporasi besar juga akan menjadi sorotan utama, dipimpin oleh emiten teknologi Micron Technology yang dinanti-nantikan pelaku pasar. Berdasarkan estimasi analis, pendapatan Micron pada kuartal keempat diproyeksikan melonjak signifikan dengan marjin laba kotor yang tinggi, yang dapat mencerminkan kesehatan industri kecerdasan buatan secara keseluruhan.
Selain Micron Technology, sejumlah perusahaan terkemuka lainnya seperti Carnival Corporation, CarMax, Nike, dan Accenture dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pekan ini. Kinerja dari emiten-emiten tersebut diyakini akan memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai daya beli konsumen dan kekuatan sektor korporasi di tengah dinamika global.