Industri keuangan global dihebohkan dengan kabar bahwa bank digital terkemuka asal Britania Raya, Monzo, tengah dalam tahap pembicaraan awal terkait rencana penjualan kepada raksasa fintech asal Brasil, Nubank. Berdasarkan laporan, kesepakatan bernilai fantastis antara £8 miliar hingga £10 miliar ini berpotensi mengubur harapan perusahaan asal Inggris tersebut untuk melantai di Bursa Efek London atau London Stock Exchange.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, langkah strategis ini mencuat setelah pihak Monzo didekati oleh Nu Holdings yang melantai di bursa saham Amerika Serikat, serta menunjuk bankir dari Morgan Stanley dan Qatalyst sebagai penasihat keuangan. "Nubank tidak mengomentari rumor atau spekulasi, dan kami menegaskan kembali komitmen untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan," ujar juru bicara Nubank saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut.
Berdasarkan analisis pengamatan tim redaksi, jika akuisisi ini benar-benar terwujud, maka Nubank akan mendapatkan lisensi perbankan di Inggris sekaligus akses langsung ke basis 16 juta nasabah ritel dan bisnis Monzo di seluruh negeri. Langkah ini juga dinilai sebagai strategi ekspansi agresif bagi Nubank untuk menantang dominasi rival utamanya, Revolut, di benua Eropa setelah sebelumnya sempat membatalkan rencana ekspansi mandiri ke Amerika Serikat.
Di sisi lain, dinamika internal turut mewarnai perjalanan Monzo menjelang rencana penjualan ini, termasuk perombakan di jajaran direksi setelah mundurnya Ketua Dewan Komisaris Gary Hoffman serta kembalinya CEO TS Anil menyusul perdebatan sengit mengenai jadwal pencatatan saham perdana atau IPO. Pemerintah Inggris dan para pelaku pasar di kawasan City sebelumnya menaruh harapan besar agar Monzo dapat memperkuat pasar domestik melalui IPO di London, namun ketidakpastian ini justru membuka peluang besar bagi konsolidasi lintas benua di sektor fintech global.