Berdasarkan pantauan redaksi dari data pasar pada perdagangan Jumat, saham produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Rivian Automotive Inc. (NASDAQ:RIVN), dilaporkan mengalami pelemahan meskipun perusahaan baru saja mengumumkan pencapaian kinerja produksi dan pengiriman kendaraan yang kuat pada kuartal ketiga tahun 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Perusahaan yang berbasis di Normal, Illinois, tersebut mencatatkan produksi sebanyak 19.751 unit dan pengiriman sebanyak 19.248 kendaraan selama periode kuartal yang berakhir pada 30 September. Dari pengamatan tim redaksi, angka pengiriman tersebut berhasil melampaui ekspektasi konsensus Wall Street yang sebelumnya mematok angka di kisaran 18.000 unit.
Peningkatan kinerja ini didorong oleh akselerasi produksi lini SUV terbaru mereka, yaitu Rivian R2, yang diluncurkan pada bulan Juni lalu sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan model andalan mereka sebelumnya, Rivian R1. "Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi Rivian R2 tetap berjalan sesuai rencana," ujar analis ekuitas senior Morningstar, Seth Goldstein, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Kendati mencatat kenaikan pengiriman tahun ke-yaitu sekitar 46 persen secara tahunan (year-over-year) dan lonjakan produksi sebesar 84 persen, saham Rivian justru diperdagangkan lebih rendah dengan penurunan sebesar 3,69 persen ke level $14,21 pada saat penutupan perdagangan Jumat. Menurut pengamatan pasar, investor tampaknya merasa kecewa karena manajemen memilih untuk mempertahankan proyeksi pengiriman setahun penuh di kisaran 65.000 hingga 70.000 unit alih-alih menaikkannya.