Saham produsen chip memori terkemuka, Micron Technology, dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari Kamis waktu setempat. Berdasarkan data bursa, saham berkode MU tersebut melesat sebesar 4,55 persen setelah perusahaan memaparkan rencana strategisnya untuk memperkuat jaringan rantai pasok semikonduktor global.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan resmi perusahaan, Micron Technology berniat mengucurkan investasi hingga 3 miliar dolar AS demi memperluas jaringan produksi di Amerika Serikat. Langkah besar ini diambil guna mengamankan pasokan bahan baku yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi lonjakan permintaan chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sedang booming di pasar global.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Micron Technology juga akan memberikan pembiayaan strategis senilai 500 juta dolar AS kepada pihak GlobalWafers. Dari pantauan redaksi, dana segar ini dialokasikan khusus untuk memperluas fasilitas manufaktur wafer silikon milik GlobalWafers yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat.
Berdasarkan kesepakatan terbarunya, Micron Technology dan GlobalWafers telah menandatangani kontrak pasokan jangka panjang berdurasi 10 tahun. Langkah ini diproyeksikan mampu menjamin ketersediaan bahan baku wafer silikon mentah yang menjadi komponen vital dalam produksi cip mereka.
Menurut penuturan eksekutif Micron Technology, Ben Tessone, langkah ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan. "Mengamankan pasokan bahan baku input yang krusial sangat penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan roadmap teknologi Micron," ujarnya dalam sebuah rilis pers resmi.
Melalui pengamatan tim redaksi terhadap visi masa depan perusahaan, Micron Technology bahkan berencana menginvestasikan lebih dari 250 pipis atau sekitar 250 miliar dolar AS dalam bidang manufaktur dan teknologi hingga tahun 2035 mendatang. Target ambisiusnya adalah memproduksi sekitar 40 persen DRAM (dynamic random access memory) mereka secara domestik di Amerika Serikat.
Rangkaian investasi masif ini diharapkan dapat menekan ketergantungan Micron Technology terhadap rantai pasok luar negeri. Selain itu, strategi ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko operasional akibat gangguan geopolitik global, yang pada akhirnya memberikan rasa aman lebih bagi para pemegang saham.