Berdasarkan pantauan redaksi, saham perusahaan Strategy Inc (NASDAQ:MSTR) justru berbalik arah dan melemah pada perdagangan hari Jumat, meskipun mata uang kripto Bitcoin sukses menembus level harga di atas 87.000 dolar AS. Penurunan ini terjadi di tengah sentimen positif setelah lembaga keuangan Citi mengerek naik target harga saham perusahaan tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analis Citi, Peter Christiansen, target harga saham Strategy dinaikkan dari 136 dolar AS menjadi 240 dolar AS dengan mempertahankan peringkat beli. "Penaikan target ini didorong oleh revisi perkiraan harga Bitcoin 12 bulan ke depan di kisaran 113.400 dolar AS," ujarnya dalam catatan riset terbaru yang menyoroti potensi kenaikan nilai aset digital tersebut.
Selain faktor kenaikan harga kripto, pergerakan pasar sebelumnya sempat mendapat dukungan dari sentimen makroekonomi yang lebih luas. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau Treasury 10-tahun mereda ke level 5,25 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday sejak April 2002 di angka 5,34 persen.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, volatilitas pada saham Strategy sangat dipengaruhi oleh kepemilikan aset digital perusahaan yang tercatat memegang sebanyak 847.666 Bitcoin pada akhir September, menjadikannya korporasi publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia. Pelaku pasar selama ini kerap memperlakukan saham MSTR sebagai proksi langsung dari eksposur Bitcoin itu sendiri.
Kendati sempat mencatat awal sesi yang positif seiring meredanya ekspektasi pengetatan suku bunga Federal Reserve, saham Strategy akhirnya tergelincir turun sebesar 0,61 persen ke posisi 159,52 dolar AS menjelang akhir pekan akibat aksi ambil untung dan pergerakan pasar yang dinamis.