Pemerintah Yunani tengah bersiap menggelontorkan dana hingga 200 juta euro sebagai paket dukungan baru untuk membantu rumah tangga serta dunia usaha dalam menghadapi lonjakan harga bahan bakar minyak menjelang musim dingin. Dari pantauan redaksi, langkah strategis ini diambil menyusul kenaikan harga listrik grosir harian di Yunani yang melonjak tajam sebesar 21,66 persen menjadi 213,62 euro per megawatt-jam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi, paket bantuan tambahan ini akan melengkapi langkah-langkah energi senilai sekitar 800 juta euro yang sebelumnya sudah diterapkan. Pemerintah Athena saat ini sengaja menunda pengumuman detail kebijakan untuk memantau pergerakan pasar minyak internasional serta mengamati upaya koordinasi pelepasan cadangan minyak strategis G7 yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol.
Menurut para pejabat yang akrab dengan perencanaan keuangan negara, Yunani menghadapi paradoks fiskal yang unik di mana negara tersebut memiliki cadangan dana likuid, namun terbentur oleh aturan ketat pembatasan belanja bersih dari Uni Eropa. Pemerintah memilih untuk tidak terburu-buru melakukan pelunasan utang lebih awal dan berhati-hati agar setiap tambahan subsidi tidak melanggar batas pagu fiskal yang telah ditetapkan.
Kendati demikian, perbedaan pandangan internal masih mewarnai kabinet pemerintahan dalam menentukan seberapa besar intervensi yang harus segera dikucurkan. Sebagian pihak mendesak intervensi kuat sejak awal untuk melindungi daya beli masyarakat, sementara pihak lainnya memilih untuk menahan dana cadangan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi lanjutan pada awal tahun depan.