Daya tahan jam tangan pintar berbasis Android ternyata tidak ditentukan oleh kekuatan fisiknya, melainkan oleh ketersediaan dukungan perangkat lunak. Berdasarkan laporan dari Joel Loynds di media bgr.com, secanggih apa pun pengguna merawat smartwatch Android mereka, perangkat tersebut pada akhirnya akan menjadi "korban" dari berhentinya pembaruan software. Ketika fitur dan sistem keamanan mulai tidak berfungsi, pengguna dihadapkan pada pilihan untuk bertahan dengan ketidaknyamanan atau membeli perangkat baru yang lebih mahal.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari berbagai keluhan pengguna di dunia maya, jam tangan flagship dari Samsung atau Google sebenarnya mampu bertahan secara fisik selama bertahun-tahun jika dirawat dengan benar. Namun, masalah utama yang sering muncul adalah penurunan kapasitas maksimum baterai litium setelah dua tahun pemakaian akibat siklus pengisian daya harian hingga 100 persen. Penurunan efektivitas ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada teknologi baterai saat ini.
Menurut data dari situs endoflife.date yang melacak masa pakai berbagai gawai, masalah utama smartwatch Android adalah jalur dukungan software yang kerap menemui jalan buntu. Pengguna Samsung Watch rilisan sebelum atau sekitar tahun 2022 saat ini hanya berada dalam fase pembaruan keamanan tanpa adanya pembaruan fungsional untuk sistem operasi WearOS. Bahkan, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa dukungan untuk Samsung Watch5 dan Watch5 Pro diprediksi akan berakhir dalam enam bulan ke depan.
Kondisi lini Google Pixel Watch dinilai bisa lebih buruk daripada Samsung. Dari empat generasi jam tangan pintar yang dirilis, hanya dua yang mendapatkan dukungan penuh. Google telah menghentikan dukungan untuk Pixel Watch generasi pertama sejak Oktober 2025, sementara Pixel Watch 2 dijadwalkan kehilangan pembaruan mulai Oktober 2026. Lini Pixel Watch 3 dan 4 juga memiliki tenggat waktu pembaruan yang masing-masing akan berakhir pada Oktober 2027 dan 2028.
Di sisi lain, merek seperti Garmin dan Polar menerapkan kebijakan yang sedikit berbeda. Menurut laporan pengguna, Garmin masih memberikan pembaruan pemeliharaan secara berkala meski tidak seintensif produsen WearOS lainnya. Sementara itu, Polar secara eksplisit memberikan jaminan dukungan minimal lima tahun sebelum perangkatnya masuk fase akhir masa pakai. Sebagai contoh, Polar Ignite 2 yang dirilis pada 2021 akan memasuki masa end-of-life pada tahun ini meskipun produknya masih dijual di pasaran dengan potongan harga.
Kebijakan yang cukup buram terlihat pada merek OnePlus dan Oppo yang berada di bawah naungan perusahaan induk yang sama. Kedua merek tersebut hanya menjanjikan dukungan minimal dua tahun yang umumnya berupa pembaruan keamanan. Sementara itu, raksasa teknologi Xiaomi mencatat tiga jam tangan pintar miliknya telah mencapai akhir masa pakai awal tahun ini, termasuk Redmi Watch 4, S3, dan Watch 2, serta bersiap menghentikan dukungan untuk Redmi Watch 5 Lite dan Active pada September mendatang.