Era dukungan sistem operasi enterprise yang terbatas tampaknya mulai bergeser ke arah tanpa batas. Berdasarkan laporan terbaru, Red Hat kini resmi menawarkan program bertajuk Red Hat Enterprise Linux (RHEL) Long-Life Add-On, atau yang populer disebut "RHEL Forever". Layanan premium ini dirancang khusus untuk memberikan jaminan dukungan teknis dan keamanan bagi versi RHEL tertentu tanpa batas waktu kalender, asalkan pelanggan siap membayar biaya berlangganan tahunan yang ditetapkan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut manajemen Red Hat, kehadiran RHEL Forever ditujukan untuk menyelaraskan siklus hidup perangkat lunak dengan jangka waktu operasional multi-dekade. Karakteristik ini sangat umum dijumpai pada industri yang memiliki regulasi ketat dan padat modal, seperti sektor keuangan, telekomunikasi, layanan kesehatan, hingga instansi pemerintah. Dari pantauan redaksi, banyak perusahaan besar yang memang sangat enggan melakukan migrasi atau pembaruan server secara berkala karena risiko operasional yang tinggi.
Langkah berani ini diambil hanya berselang beberapa bulan setelah perusahaan memperkenalkan program dukungan 14 tahun RHEL Extended Life Cycle pada ajang Red Hat Summit 2026. Melalui pengamatan tim redaksi, opsi 14 tahun tersebut rupanya masih dinilai kurang panjang oleh sejumlah klien korporat skala besar. Oleh karena itu, RHEL Forever dihadirkan sebagai kasta tertinggi (ultimate tier) yang berdiri di atas langganan RHEL Premium yang sudah ada saat ini.
Untuk bisa menikmati layanan ekstra ini, pelanggan diwajibkan memiliki langganan aktif Red Hat Enterprise Linux Extended Life Cycle Premium sebagai syarat utama. Melalui paket RHEL Forever, Red Hat berkomitmen untuk terus menyalurkan perbaikan keamanan kritis serta bantuan teknis 24 jam penuh setiap hari. Kompatibilitas sistem juga dijamin tetap stabil karena perbaikan akan diterapkan langsung ke versi lama tanpa memicu pembaruan yang dapat mengganggu jalannya sistem.
Persaingan di sektor pasokan Linux enterprise sendiri kian memanas setelah kompetitor seperti Canonical menawarkan dukungan Ubuntu hingga 15 tahun, sementara SUSE memberikan komitmen hingga 19 tahun. Terkait dengan skema harga RHEL Forever, pihak Red Hat sejauh ini belum mengungkap nilai kontraknya secara publik. Berdasarkan analisis para pakar, biaya layanan ini akan disesuaikan melalui negosiasi khusus per akun konsumen dan diprediksi tidak akan murah.