REDMOND -- Masih ingatkah Anda dengan insiden kelam pada 19 Juli 2024? Kala itu, pembaruan sistem keamanan CrowdStrike memicu gangguan massal yang membuat 8,5 juta komputer berbasis Windows di seluruh dunia mengalami Blue Screen of Death (BSOD) secara berulang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, peristiwa tersebut menjadi tamparan keras bagi raksasa teknologi Microsoft untuk segera merombak sistem pemulihan perangkat mereka agar lebih tangguh.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menjawab tantangan tersebut, Microsoft kini resmi meluncurkan fitur baru bernama Point-in-time Restore sebagai bagian dari program Windows Resiliency Initiative. Menurut laporan dari zdnet.com, fitur ini dirancang layaknya tombol "Undo" raksasa yang mampu mengembalikan seluruh kondisi komputer ke waktu tertentu saat sistem masih berjalan normal, menghapus segala malafungsi yang terjadi setelahnya tanpa repot.
Dari pantauan redaksi, fitur pemulihan ini memanfaatkan Volume Shadow Copy Service untuk membuat cadangan otomatis (snapshot) yang mencakup sistem operasi, aplikasi, pengaturan, hingga file pengguna. Secara bawaan, Point-in-time Restore akan mengambil satu snapshot setiap hari dan menyimpannya selama 72 jam. Untuk menggunakannya, pengguna cukup masuk ke Windows Recovery Environment setelah PC gagal melakukan booting sebanyak tiga kali berturut-turut.
Berdasarkan penjelasan teknis dari Microsoft, fitur ini berbeda signifikan dengan fitur jadul System Restore yang sudah ada sejak era Windows Me pada tahun 2000. Jika System Restore tidak mengusik data dokumen pengguna, Point-in-time Restore justru akan mengembalikan seluruh sistem secara menyeluruh termasuk data lokal. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk selalu mengintegrasikan penyimpanan data penting mereka ke layanan komputasi awan (cloud).
Menurut pantauan redaksi, fitur ini sudah aktif secara otomatis pada Windows 11 edisi Home dan Pro ritel maupun OEM yang memiliki kapasitas penyimpanan sistem minimal 200 GB. Bagi pengguna dengan kapasitas penyimpanan di bawah batas tersebut, aktivasi dapat dilakukan secara manual melalui menu Settings > System > Recovery. Di sisi lain, untuk Windows 11 versi Enterprise, fitur ini dinonaktifkan secara bawaan dan memerlukan persetujuan dari administrator jaringan.
Kendati demikian, implementasi fitur ini bukan tanpa risiko. Dari pengamatan tim redaksi, jika komputer menggunakan enkripsi, pengguna diwajibkan memasukkan 48 digit kunci pemulihan BitLocker saat proses restorasi. Selain itu, proses pengembalian sistem ini dipastikan akan menghapus file-file lokal baru yang belum sempat dicadangkan ke cloud semenjak titik pemulihan terakhir dibuat.