Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / 3 Alasan Saham SoundHound AI...
BERITA

3 Alasan Saham SoundHound AI Diprediksi Bakal Terus Melesat

Grafik saham SoundHound AI yang menunjukkan tren kenaikan di pasar teknologi kecerdasan buatan

Grafik saham SoundHound AI yang menunjukkan tren kenaikan di pasar teknologi kecerdasan buatan

Teknologi pengenalan suara memiliki sejarah panjang yang sering kali dinilai terlalu berlebihan, sehingga sikap skeptis dari pasar dianggap wajar. Kendati demikian, SoundHound AI kini telah menjelma menjadi salah satu pemain independen paling menarik dalam industri kecerdasan buatan (AI) percakapan. Perangkat lunak besutan perusahaan ini memungkinkan pengguna berbicara dengan kendaraan, pengeras suara di layanan drive-thru, atau lini layanan pelanggan, dan benar-benar dapat dipahami dengan baik.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pergerakan saham SoundHound AI (SOUN) memang sempat mengalami volatilitas yang cukup tinggi dan tetap menjadi taruhan spekulatif untuk kategori perusahaan kecil. Namun, dari pantauan redaksi terhadap laporan pasar terbaru, terdapat tiga perkembangan bisnis utama yang menjelaskan mengapa sejumlah investor optimis bahwa lonjakan harga saham ini belum berakhir.

Faktor pertama yang menjadi pendorong utama adalah pergeseran ke arah "agentic voice commerce" yang membuka ladang pendapatan baru. Selama bertahun-tahun, asisten suara sebagian besar hanya berfungsi untuk menjawab pertanyaan. Kini, SoundHound AI mulai merambah ke apa yang disebut industri sebagai agentic AI, yaitu perangkat lunak yang tidak hanya merespons tetapi juga mengambil tindakan atas nama pengguna. Pada awal tahun 2026, perusahaan memamerkan agen suara bawaan pada kendaraan dan televisi yang dapat memesan makanan bawa pulang, memesan meja restoran melalui OpenTable, membayar parkir, hingga membeli tiket secara hands-free.

Menurut analisis pasar, hal ini mengubah cara perusahaan menghasilkan pendapatan karena tidak lagi hanya bergantung pada lisensi perangkat lunak. Dengan berada di tengah-tengah proses transaksi, SoundHound AI dapat ikut serta dalam pembagian keuntungan dari setiap transaksi yang terjadi. Jika sebagian kecil saja dari jutaan mobil dan perangkat yang menggunakan teknologi ini mulai menyelesaikan tugas sehari-hari melalui suara, peluang pasar yang digarap akan jauh lebih besar daripada sekadar menjual lisensi.

Alasan kedua, SoundHound AI kini bukan lagi taruhan satu industri saja. Kritik yang sering dilayangkan pada perusahaan AI kecil adalah ketergantungan mereka pada satu pelanggan atau satu pasar. SoundHound AI telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk menyebarkan sayapnya secara sengaja, di mana teknologi suaranya kini muncul di dasbor otomotif, drive-thru restoran, kios pemesanan, lantai ritel melalui asisten toko baru yang diluncurkan tahun ini, hingga layanan pelanggan korporat.

Diversifikasi ini memberikan ketahanan bisnis yang lebih kokoh bagi perusahaan. Ketika salah satu sektor melambat, misalnya saat produsen mobil mengurangi fitur baru, sektor industri lain dapat menutupi kekurangan tersebut. Menjual kemampuan inti yang sama ke empat atau lima industri yang sangat berbeda dinilai membuat perusahaan lebih sulit untuk goyah dibandingkan dengan perusahaan yang hanya menunggangi satu tren pasar saja.

Faktor ketiga yang sangat menjanjikan bagi perusahaan perangkat lunak muda ini adalah tingkat ekspansi dari pelanggan yang sudah ada. SoundHound AI mendapat suntikan kepercayaan diri yang besar pada musim semi ini ketika Casey's General Stores, salah satu jaringan toko kelontong terbesar di Amerika Serikat, memperbarui dan memperluas kemitraan mereka. Jaringan ritel tersebut menerapkan teknologi suara ini ke lebih dari 2.600 lokasi setelah agen pemesanan SoundHound AI sukses menangani puluhan juta interaksi pelanggan.

Selain itu, SoundHound AI telah bergerak untuk mengakuisisi perusahaan AI percakapan perusahaan, LivePerson. Langkah strategis ini dinilai akan menghubungkan platform agentic AI baru milik SoundHound AI dengan basis pelanggan korporat mapan yang besar. Mengakuisisi jangkauan pasar seperti ini diprediksi dapat memperpendek jalan perusahaan untuk memenangkan kesepakatan bernilai besar dengan korporasi skala besar.

Namun, dari pantauan redaksi, ada sisi risiko yang cukup besar yang tetap harus diwaspadai oleh para investor. SoundHound AI saat ini masih belum menghasilkan keuntungan dan mengeluarkan biaya besar untuk membiayai pertumbuhannya. Sahamnya juga diperdagangkan pada valuasi yang tinggi dibandingkan dengan basis pendapatan yang masih moderat, sebuah situasi yang dapat menyebabkan harga saham anjlok tajam jika terjadi kekecewaan pasar.

Sebagian besar dari target ambisius perusahaan juga sangat bergantung pada kelancaran proses akuisisi seperti LivePerson, yang tentu saja tidak pernah dijamin 100 persen sukses. Terlebih lagi, SoundHound AI harus bersaing di arena yang sama dengan raksasa teknologi dunia seperti Amazon dan Apple yang memiliki modal jauh lebih besar. Pada akhirnya, saham SoundHound AI merupakan pilihan investasi klasik dengan risiko tinggi namun berpotensi memberikan imbal hasil yang tinggi pula.

// TOPICS
#soundhound_ai #saham_soun #kecerdasan_buatan #investasi_teknologi #agentic_ai #liveperson #berita_bisnis
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.