Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / Cara Unik Astronot NASA Minum Cairan...
BERITA

Cara Unik Astronot NASA Minum Cairan di Luar Angkasa

Astronot NASA menggunakan cangkir kapiler khusus untuk minum cairan di stasiun luar angkasa ISS

Astronot NASA menggunakan cangkir kapiler khusus untuk minum cairan di stasiun luar angkasa ISS

Aktivitas sederhana seperti minum cairan menjadi hal yang sangat rumit di luar angkasa karena perilaku zat cair dalam lingkungan mikrogravitasi. Berdasarkan pantauan redaksi, menuangkan air ke dalam cangkir dan mengarahkannya ke mulut tidak bisa dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) karena cairan tidak menetap di dasar wadah seperti di Bumi. Hal ini membuat para astronot NASA terbiasa minum menggunakan kantong khusus yang dilengkapi sedotan.

Menurut laporan terbaru, jenis minuman yang dikonsumsi para astronot memiliki variasi yang hampir sama dengan di Bumi, dengan pengecualian alkohol yang dilarang keras. Minuman seperti kopi, teh, sari buah apel, jus jeruk, dan lemon dibuat dalam bentuk bubuk dan dicampur dengan air. Kehadiran kopi dan jus di ISS menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari demi kenyamanan psikologis astronot yang tinggal selama berbulan-bulan di sana.

Meskipun secara historis minum dari gelas terbuka dianggap mustahil, situasi tersebut berubah pada tahun 2008 ketika astronot NASA, Don Pettit, menciptakan "Capillary Cup" atau Cangkir Kapiler. Berdasarkan pengamatan teknis, cangkir ini memanfaatkan tegangan permukaan, kelembapan, dan bentuk wadah untuk meniru efek gravitasi Bumi, sehingga cairan dapat diminum tanpa khawatir tumpah. Penemuan ini menjadi produk paten pertama yang diciptakan langsung di luar angkasa.

Dari pantauan redaksi, air di ISS dikelola sebagai komoditas yang sangat berharga karena kendaraan kargo tidak datang setiap hari. NASA selalu menyimpan cadangan 818 liter air di ISS untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan. Oleh karena itu, stasiun ini dilengkapi dengan Environmental Control and Life Support System (ECLSS) yang mampu mendaur ulang sekitar 90 persen air dari air limbah, kelembapan udara, hingga urine astronot.

Selain untuk minum, air di ISS juga digunakan untuk kebutuhan sanitasi seperti mandi dan menyikat gigi. Para astronot memanfaatkan air dan spons untuk membersihkan diri, serta menggunakan pasta gigi yang dapat ditelan. Untuk mencuci rambut, mereka mengoleskan air ke kulit kepala yang akan tetap menempel karena tegangan permukaan, lalu menggunakan sampo khusus yang meminimalkan bilasan.

Kebutuhan air juga krusial untuk proses rehidrasi makanan kering dalam menu delapan harian para astronot. Menariknya, teknologi penyajian kopi juga mengalami peningkatan besar sejak tahun 2015 berkat pengiriman mesin espresso khusus bernama ISSpresso menggunakan wahana SpaceX Dragon. Mesin yang pertama kali diuji oleh astronot asal Italia, Samantha Cristoforetti, ini dikembangkan bersama oleh Lavazza dan Argotec.

Menurut tim ahli, mesin ISSpresso bekerja dengan memanaskan sekitar 8,4 ons air bersuhu ruangan yang kemudian dialirkan melalui kapsul kopi untuk menghasilkan espresso berkualitas tinggi. Selain membuat kopi, mesin canggih ini juga memiliki fungsi sekunder untuk menyeduh teh atau memanaskan makanan yang membutuhkan air panas di luar angkasa.

// TOPICS
#nasa #astronot #luar_angkasa #stasiun_luar_angkasa_internasional #teknologi #sains
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.