Berdasarkan analisis pasar finansial terkini, saham Oracle (ORCL) ditutup pada level USD 137.79 setelah mengalami kenaikan harian sebesar 3,9 persen. Dari pantauan redaksi, meskipun sempat mencetak rekor tertinggi di angka USD 322.54 pada tahun lalu berkat kesepakatan besar dengan OpenAI, investor kini dihadapkan pada koreksi harga yang cukup tajam hingga mencapai lebih dari 50 persen.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan tim redaksi, tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan basis data raksasa ini terletak pada agresivitas belanja modal untuk membangun pusat data kecerdasan buatan. Pada kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang berakhir 31 Agustus, Oracle tercatat menggelontorkan dana lebih dari USD 28 miliar, jauh melampaui perolehan pendapatan kuartalan yang berada di kisaran USD 19 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kondisi arus kas bebas Oracle mengalami tekanan berat dengan membukukan angka negatif sebesar USD 5,4 miliar pada kuartal tersebut. Total utang perusahaan yang mencapai USD 125.3 miliar dibandingkan cadangan kas sebesar USD 36.4 miliar membuat posisi keuangan perusahaan berada dalam ketegangan yang tinggi.
Menurut keterangan dari para analis pasar, potensi risiko tambahan juga muncul dari kendala infrastruktur energi untuk proyek pusat data baru seperti Project Jupiter di New Mexico. Keterlambatan izin konstruksi pipa gas serta pengiriman pasokan listrik memicu kekhawatiran terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kontrak jangka panjang yang bernilai miliaran dolar.
Meskipun pendapatan dari infrastruktur awan melonjak hingga 121 persen secara tahunan menjadi USD 7.4 miliar, sebagian besar pengamat menyarankan agar investor tetap berhati-hati. Berdasarkan evaluasi risiko finansial, disarankan untuk memantau perkembangan arus kas bebas Oracle terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli sahamnya saat ini.