Berdasarkan pantauan redaksi, kepemimpinan baru di bawah CEO John Ternus membawa angin perubahan yang signifikan bagi raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple. Melalui laporan Mark Gurman dari Bloomberg, Ternus berencana membentuk organisasi yang lebih ramping dan berfokus penuh pada bidang teknik atau engineering.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa perampingan ini dilakukan dengan memangkas sejumlah posisi manajemen menengah guna menciptakan hubungan yang lebih langsung antara para insinyur dan jajaran eksekutif senior. Langkah efisiensi tersebut berdampak pada pengurangan jumlah manajer program teknik yang bertindak sebagai koordinator pengembangan produk.
Di samping perampingan struktur internal, Ternus dilaporkan telah membatalkan beberapa proyek produk yang sedang dalam tahap pengembangan, termasuk sebagian tim yang berfokus pada pengembangan Siri, proyek kecerdasan buatan, serta perangkat headset realitas campuran Apple Vision Pro.
Kendati demikian, rencana pergantian pegawai dukungan pelanggan atau AppleCare dengan kecerdasan buatan sempat dibatalkan setelah perusahaan mengubah keputusannya. Berdasarkan keterangan internal, Apple untuk saat ini memutuskan untuk mempertahankan karyawan AppleCare tersebut.
John Ternus meyakini bahwa Apple harus bekerja lebih efisien dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada. "Apple harus lebih eksperimental dalam proyek-proyeknya dan meluncurkan produk dengan lebih cepat," ujar sumber yang mengetahui arah kebijakan baru tersebut.
Perubahan strategi ini juga memengaruhi jadwal rilis produk tahunan yang selama ini menjadi tradisi Apple. Peluncuran lini iPhone terbaru pada bulan September lalu kini mulai menunjukkan pergeseran dengan hanya menampilkan model Pro dan Duo, sementara varian standar dan model Air dijadwalkan hadir tahun depan.
Selain fokus pada lini perangkat keras, para petinggi Apple termasuk Eddy Cue dan Kevan Parekh turut mendiskusikan peluncuran layanan baru untuk mendongkrak pendapatan. Langkah ini menjadi krusial mengingat pendapatan dari App Store saat ini tengah menghadapi tekanan ketat dari regulator di berbagai negara.